Minat Anak Muda Bone Menurun Ikuti Sanggar Seni

  • 02 Sep 2025 12:54 WIB
  •  Bone

KBRN, Bone: Pimpinan Sanggar Seni Budaya Arung Palakka Bone, Andi Muhammad Yunus, S.Sos., M.Si., menilai minat anak muda di Bone untuk belajar seni melalui sanggar budaya mengalami penurunan. Kondisi ini terjadi karena sebagian besar anak-anak saat ini lebih memilih belajar secara otodidak dengan memanfaatkan media sosial maupun YouTube.

Menurut Andi Muhammad Yunus, jika dilihat dari sisi organisasi, keberadaan sanggar seni justru berkembang dengan semakin banyaknya sanggar yang terbentuk di sekolah maupun kampus. “Tapi kalau melihat dari pelestarian budayanya justru menurun, karena pemuda sekarang enggan masuk sanggar seni,” ungkapnya kepada rri.co.id, Selasa (02/09/2025).

Lebih lanjut, ia menjelaskan beberapa faktor yang memengaruhi kondisi ini, salah satunya adalah ketertarikan anak muda pada seni modern yang bisa dipelajari tanpa harus bergabung di sanggar seni budaya. “Remaja kita sekarang lebih cenderung mengikuti tren media sosial, seperti tarian modern. Jadi untuk tari tradisional peminatnya semakin berkurang,” tambahnya.

Sanggar Seni Budaya Arung Palakka Bone sendiri merupakan pionir dari lahirnya sanggar-sanggar di Kabupaten Bone. Namun, saat ini kaderisasi lebih banyak berasal dari anak-anak usia dini mulai tiga tahun. “Untuk kalangan remaja justru berkurang, karena sudah banyak sanggar terbentuk di sekolah, selain itu mereka juga memilih belajar secara mandiri,” jelas Andi Muhammad Yunus.

Sebagai pionir, Sanggar Arung Palakka berharap generasi muda Bone tidak hanya mengejar tren modern, tetapi juga tetap peduli melestarikan seni tradisi daerah agar tidak hilang ditelan zaman. “Melestarikan seni tradisi menjadi tantangan bersama, sehingga peran generasi muda sangat dibutuhkan agar warisan budaya Bone tetap hidup dan tidak hilang di tengah arus modernisasi,” tutup Andi Muhammad Yunus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....