Pacu Adrenalin, Genre Horor Diminati Kalangan Muda

  • 19 Jun 2025 13:19 WIB
  •  Bone

KBRN, Bone: Dalam beberapa tahun terakhir film bioskop didominasi oleh genre horor. Storyline film horor tak jarang diangkat dari berbagai sumber, termasuk kisah nyata, cerita rakyat, novel, legenda urban, dan bahkan pengalaman pribadi.

Meski menakutkan dan penuh dengan ketegangan, harus diakui film bergenre horor memang punya penikmatnya sendiri, khususnya generasi muda. Ketegangan yang dikemas dengan cerita yang seram, penuh misteri dan dibumbui dengan jumpscare dalam film membuat para penonton tertantang dan penasaran dengan alur cerita.

Dikutip dari klikdokter.com, film horor biasanya identik dengan adegan-adegan dan efek suara yang mengejutkan dan menakutkan. Adegan, serta efek suara yang mengejutkan dan menakutkan tersebut diterima oleh panca indra (mata dan telinga) sebagai suatu rangsangan. Kemudian dalam waktu yang sangat singkat, rangsangan tersebut di proses di otak dan otak akan memerintahkan tubuh untuk mengeluarkan hormon adrenalin.

Hormon adrenalin ini memiliki berbagai efek bagi tubuh. Beberapa efek di antaranya adalah peningkatan denyut jantung, peningkatan frekuensi napas, keringat dingin, peningkatan tekanan darah, pupil mata membesar, kelopak mata terbuka, merinding, peningkatan metabolisme tubuh, dan peningkatan rasa cemas.

Di satu sisi, efek ini memberikan manfaat terhadap tubuh. Namun demikian, jika efek ini terjadi secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama justru dapat menimbulkan dampak negatif.

Oleh karena itu, film horor tidak direkomendasikan untuk anak-anak, orang dewasa yang cenderung sangat penakut, ataupun orang yang memiliki gangguan psikologis tertentu, seperti gangguan cemas dan depresi, karena film horor justru akan menambah rasa cemas dan ketakutan pada mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....