Mudik : Rindu yang Terbayar Lunas di Tanah Kelahiran
- 26 Mar 2026 11:21 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Ditengah hiruk-pikuk persiapan lebaran Idul Fitri, sebagian besar masyarakat Indonesia setiap tahunnya menyelipkan mudik dalam wishlist mereka. Mudik tidak hanya sekedar perpindahan raga dari satu tempat ke tempat lainnya, namun ia telah menjelma menjadi sebuah perjalanan spiritual yang menyiratkan makna mendalam.
Pemudik Asal Makasar, Andi Indra Saputra Alamsyah memaknai mudik bukanlah persoalan tempat yang dituju tapi siapa yang ingin ditemui. “Sekalipun rumah biasanya dalam bentuk fisik tapi kalau orangnya tidak ada, maka tidak akan bermakna juga”, ujar Indra kepada rri.co.id, Rabu, 25 Maret 2026.
Momen lebaran masih dianggap sebagai waktu yang paling ideal untuk melakukan perjalanan mudik. Jarak yang membentang, fisik yang tidak selalu prima, bahkan ditengah cuaca yang tidak bersahabat sekalipun, bukanlah halangan berarti untuk pulang ke kampung halaman yang selalu dirindukan.
Keinginan bertemu dengan orang tua, kenikmatan masakan ibu, tenangnya suasana kampung hanya sebagian kecil dari sekian banyak alasan yang selalu berhasil jadi magnet untuk pulang. Berlebaran rasanya tak akan pernah sama dan tak sesempurna di tanah kelahiran.
Menurut Indra, pemerintah sudah menyelenggarakan mudik gratis ataupun diskon pada harga tiket transportasi. “Ditambah THR dan libur yang banyak, daripada waktunya kosong di perantauan, mending kita habiskan bersama keluarga saja”, tutur Indra sumringah
Kasi Binmas Islam Kemenag Bone, Salahuddin menyebut Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bone telah menyiapkan 19 masjid ramah pemudik dalam arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 H yang tidak hanya dimanfaatkan untuk ibadah tapi pemudik juga dapat menikmati berbagai fasilitas lainnya, seperti area mandi bersih, tempat pengisian daya ponsel hingga minuman dan cemilan gratis. “Para pemudik kita ini setelah istirahat dengan cukup lalu mereka melanjutkan perjalanannya, kembali ke tempat tujuan dengan aman dan nyaman”, terang Salahuddin.
Tingginya antusiasme masyarakat untuk merayakan lebaran di kampung tak luput membuat volume kendaraan meningkat tajam. Hal inipun menjadi perhatian pemerintah dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan buruk selama perjalanan mudik dan arus balik lebaran melalui Kepolisian RI yang menggelar Operasi Ketupat 2026.
Kanit Kamsel Satlantas Polres Bone, Ipda Chandra Wijaya menjelaskan Operasi Ketupat selalu diagendakan setiap tahunnya untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. “Adapun sasarannya, untuk terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas serta terjaganya situasi kamtibmas yang kondusif”, jelas Ipda Chandra.
Banit Regident Satlantas Polres Bone, Yuyun Ulfiana mengatakan dalam Operasi Ketupat ini juga disediakan pos pelayanan yang memfasilitasi pemudik untuk dapat beristirahat, pemeriksaan kesehatan gratis. “Kemudian kita menerima layanan informasi, menerima aduan masyarakat. Mungkin ada yang ingin melaporkan titik macet”, ujarnya.
Tidak peduli seberapa berat dan mahalnya perjalanan ke kampung halaman, mudik selalu punya cerita yang membuatnya menjadi bagian khusus penuh makna dalam suasana lebaran masyarakat Indonesia. Seolah menjadi kepingan pelengkap serba serbi hari raya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....