Pola Asuh Tepat, Kunci Sukses Anak Raih Prestasi

  • 28 Feb 2025 16:59 WIB
  •  Bone

KBRN,Bone: Kisah Sriwahyuni, seorang ibu rumah tangga di Bone, yang dinilai berhasil mendidik anaknya, Andini Zafitri Azahra, yang kini duduk di kelas 5 SD 24 Macanang, hingga meraih segudang prestasi. Berkat pola asuh yang tepat, Andini Zafitri Azahra telah beberapa kali menjuarai lomba mewarnai dan memiliki bakat di bidang seni tari.

Baru-baru ini, ia dan beberapa temannya berhasil meraih juara 1 mewakili Sekolahnya dalam lomba Senam kreasi yang diselenggarakan MTs Al-Faaizun Watang Palakka dengan tema Gempita2(Gebyar Prestasi Tsalfaaz). Sejak usia 4 tahun, Andini Zafitri Azahra menunjukkan kemampuan cepat dalam merespons apa yang dilihatnya, terutama dari gawai atau handphone.

Menyadari hal itu, Sriwahyuni hanya memperbolehkan anaknya menonton konten yang bersifat edukatif. Ia juga selalu memfasilitasi minat belajar Fitri tanpa membatasi keinginannya, selama masih berkaitan dengan pendidikan dan pengembangan diri.

Menariknya, Andini Zafitri Azahra lebih banyak belajar secara mandiri. Sri Wahyuni menuturkan,"saya tidak menerapkan metode khusus dalam mendidiknya, hanya memberikan kebebasan untuk mencari tahu sendiri. Jika menemukan kesulitan, biasanya dia akan bertanya atau mencari jawabannya melalui internet," ujar Wahyuni.

Sebagai bentuk motivasi, Sriwahyuni menerapkan sistem hadiah. Ia selalu menjanjikan sesuatu kepada anaknya setiap kali anaknya berhasil meraih prestasi. “Kalau Fitri juara, saya selalu menjanjikan apa yang dia inginkan. Dan itu harus saya tepati permintaannya, jadi dia selalu punya target yang ingin dicapai. Itu cara saya agar dia makin semangat,” ujarnya saat dikonfirmasi rri.co.id, Jumat (28/2/2025).

Meski mendukung penuh anaknya, Sriwahyuni mengakui ada hambatan dalam proses pendidikan Fitri. Salah satunya adalah keterbatasan dirinya dalam memberikan bimbingan di bidang tertentu. “Kadang saya butuh pelatih yang lebih ahli, karena ilmu saya terbatas dalam beberapa bidang,” ungkapnya.

Dalam keseharian, Sriwahyuni juga menerapkan disiplin waktu bagi putrinya Fitri. Ia membuat jadwal harian, menetapkan target belajar, dan memastikan keseimbangan antara waktu belajar dan bermain. “Saya selalu berusaha menjaga agar Fitri tetap belajar dengan disiplin, tapi juga punya waktu bermain yang cukup,” tambahnya.

Ke depan, Sri Wahyuni berharap Fitri terus mendapatkan peluang besar dalam hidupnya dan mampu mengambil manfaat dari setiap pelajaran yang ia peroleh. “Saya ingin Fitri sukses, baik di dunia maupun di akhirat. Pesan saya kepada orang tua lain, jangan takut berkorban untuk anak, baik materi maupun waktu. Dukung terus mereka dalam mencapai impian,” tutupnya.

Rekomendasi Berita