Dari Ego Penjual menuju Solusi Pelanggan, Kunci Sukses Jahid Marsuki
- 02 Jul 2026 21:36 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone – Kesuksesan membuka usaha ritel tidak cukup hanya bermodal keyakinan, lokasi strategis, atau stok barang yang lengkap. Pendiri Umma Store, Muhammad Jahid Marsuki, M.Pd., mengaku sempat mengalami masa-masa sulit saat merintis usahanya pada 2023 karena keliru memahami kebutuhan pasar. Pengalaman itu ia bagikan dalam program Sapa UMKM RRI Bone, Kamis, 2 Juli 2026.
Jahid menuturkan, pada lima bulan pertama menjalankan usaha, tokonya sepi pembeli meski telah menyediakan berbagai kebutuhan pokok. Kondisi tersebut membuatnya terus melakukan evaluasi hingga akhirnya menyadari bahwa membuka toko saja tidak otomatis membuat pelanggan datang.
“Ternyata menjadi pebisnis atau entrepreneur itu adalah bagaimana kita menghadirkan solusi. Seberapa baik produk atau layanan yang kita hadirkan, kalau bukan menjadi pemberi solusi bagi pelanggan, mereka akan memilih tempat lain,” ujarnya.
Menurutnya, kesalahan terbesar yang dilakukan di awal merintis usaha adalah masih menggunakan sudut pandang sebagai penjual, bukan sebagai pelanggan. Ia mengaku berharap masyarakat datang begitu saja karena tokonya sudah buka dan barang tersedia, padahal yang dibutuhkan adalah memahami apa yang benar-benar diinginkan konsumen.
“Saya waktu itu tidak customer centric. POV saya adalah POV penjual yang egois. Saya berharap orang datang membeli, padahal yang harus saya lakukan adalah memahami kebutuhan mereka, karakter mereka, hingga produk dan ukuran yang paling mereka cari,” katanya.
Berbekal evaluasi tersebut, Jahid mulai mengubah strategi bisnisnya dengan mempelajari karakter pasar di sekitar tokonya yang berada di Jalan Andi Malla, Watampone. Ia juga aktif mengikuti komunitas bisnis untuk memperdalam pengetahuan mengenai strategi usaha agar mampu bersaing, meski tokonya berada di antara jaringan ritel nasional.
Tak hanya itu, mantan karyawan perbankan tersebut menegaskan bahwa modal besar bukan faktor utama dalam membangun bisnis. Menurutnya, fondasi usaha, sistem yang baik, serta kemampuan membaca kebutuhan pelanggan jauh lebih menentukan keberhasilan dibanding besarnya investasi awal.
“Memulai bisnis bukan soal modal besar. Yang pertama adalah keyakinan dan bagaimana membangun fundamental bisnis. Bisnis itu dibangun, bukan instan. Kalau hanya soal modal, semua orang yang punya modal besar pasti sudah sukses,” ungkapnya.
Jahid berharap pengalaman yang ia alami dapat menjadi pelajaran bagi pelaku UMKM maupun masyarakat yang ingin memulai usaha. Ia menilai keberhasilan sebuah bisnis berawal dari kemampuan menghadirkan solusi bagi pelanggan, bukan sekadar menjual produk, sehingga usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan di tengah persaingan yang semakin ketat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....