Kisah Perjalanan Mouya Coffee
- 19 Jun 2026 21:44 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Dunia Food and Beverage (F&B) saat ini semakin dilirik para pelaku usaha, khususnya UMKM. Terbukti dengan pertumbuhan usaha kopi di Bone yang kian banyak bermunculan, mulai dari kopi keliling, warkop hingga cafe.
Muhammad Rasmi sebagai founder dan owner Mouya Coffee pun mencoba peruntungannya untuk meramaikan jenis usaha yang tampaknya sedang naik daun itu. Melihat prospek yang menjanjikan, Rasmi mantap memulai usahanya di pinggir jalan dengan berbekal semangat yang besar.
Sejak awal kehadiran Brandnya, Rasmi membuka diri untuk mendengarkan masukan dari setiap pelanggan hingga Mouya menemukan racikan yang dinikmati sekarang. “Cita rasa kopi Mouya saat ini, yang membentuknya sebetulnya adalah konsumen, bukan kami”, ungkap Rasmi dalam Sapa UMKM, Kamis, 19 Juni 2026.
Rasmi mengatakan ia menggunakan jenis robusta dan arabika dari 3 wilayah berbeda, yakni Mamasa, Seko dan Toraja untuk membentuk kopi khas Mouya. “Saya pilih jenis kopi ini karena rasanya unik. Keunikannya karena tingkat keasaman, selanjutnya pahit kopinya”, kata Rasmi.
Dikatakan, kami bisa mengatur gramasi susu dan krimer yang digunakan dalam campuran kopi-kopi tersebut. “Sebenarnya kopi-kopi yang lain juga unik, cuma tim kami tidak mendapatkan gramasi yang tepat”, ujarnya.
Meski inovasi kopi keliling miliknya mampu menaikkan grafik penjualan, namun tak lantas membuat perjalanan Mouya mulus. “Kendala kami di gerobak kopi keliling tergantung pada cuaca, kalau lagi hujan, penjualan menurun, jadi kami menyiasatinya dengan memaksimalkan di outlet”, lanjutnya.
Diakhir dialog, Ia pun berharap usahanya itu lebih dikenal luas oleh masyarakat luas, bukan hanya di Bone. “Sama seperti namanya yang artinya air, Mouya, ada dimana-mana”, harapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....