Sokko, Tradisi Penuh Makna yang Dibalut Legitnya Ketan
- 23 Apr 2026 18:37 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Masyarakat Bone masih lekat dengan budaya warisan para leluhurnya, bahkan di era modern seperti saat ini. Hal inipun dibuktikan dengan masih diminatinya sokko sebagai kuliner khas melegenda yang biasanya dipilih sebagai menu sarapan.
Dibalik cita rasanya yang menggugah selera, sokko menyimpan cerita unik pada masa masuknya Islam di tanah Bugis. Sokko menjadi media para pendakwah untuk menyebarkan agama Islam di tanah Bugis.
Dari Wikipangan.id dijelaskan Sokko telah menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat Sulawesi Selatan sejak zaman dahulu. Dalam kehidupan masyarakat Bugis-Makassar, sokko bukan sekadar makanan sehari-hari, tetapi juga memiliki makna simbolis dalam berbagai kegiatan adat dan keagamaan.
Hidangan ini sering disajikan pada acara syukuran, pernikahan, peringatan hari besar keagamaan, hingga acara keluarga. Secara historis, penggunaan beras ketan dalam pembuatan sokko berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan lokal serta kebiasaan masyarakat yang mengolah hasil pertanian menjadi makanan yang tahan lama dan mengenyangkan.
Sokko juga menjadi salah satu bentuk kearifan lokal dalam pemanfaatan bahan pangan sederhana menjadi hidangan bernilai tinggi. Sokko memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari makanan berbahan dasar beras lainnya, yaitu:
- Tekstur pulen dan lengket, karena menggunakan beras ketan yang kaya pati.
- Rasa gurih alami, yang berasal dari tambahan garam dan kelapa parut.
- Aroma khas, terutama dari kelapa kukus yang berpadu dengan ketan.
- Warna yang bervariasi, tergantung jenis ketan yang digunakan (putih atau hitam).
Disamping itu, sokko merupakan sumber energi yang baik karena mengandung karbohidrat tinggi dari beras ketan. Jika dikombinasikan dengan lauk seperti ikan dan telur, sokko juga mengandung Protein dari ikan dan telur, Lemak sehat dari kelapa parut, serta Mineral dan vitamin, dalam jumlah tertentu tergantung bahan pelengkap.
Dalam budaya masyarakat Bugis-Makassar, sokko menjadi simbol kebersamaan, rasa syukur, dan kekeluargaan. Kehadirannya dalam berbagai acara adat menunjukkan bahwa sokko bukan hanya sekadar makanan, tetapi juga bagian dari identitas budaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....