Keyakinan Sederhana yang Mengubah Arah Hidup Pengusaha

  • 20 Nov 2025 20:47 WIB
  •  Bone

KBRN,Bone: Hoki Bubur Ayam lahir dari keyakinan sederhana Andi Aan Hastaman,SH., MH, bahwa makanan paling stabil untuk dijual adalah bubur ayam, sebuah pilihan yang ia anggap long term dan digemari semua usia. Ia menuturkan bahwa keputusan itu bukan asal pilih, melainkan hasil perjalanan panjang mulai dari kebiasaan sarapan di Makassar hingga pengalaman mencicipi berbagai varian bubur.“Saya yakin bubur ayam itu makanan stabil, digemari semua orang. Dari anak-anak sampai dewasa. Ini makanan comfort food, makanya saya mantapkan diri di situ,” ujarnya saat dikonfirmasi rri.co.id, Kamis(20/11/2025).

Sebelum membuka usaha bubur ayam, Andi Aan sempat bekerja lima tahun di perusahaan kesehatan di Makassar sebelum akhirnya resign dan kembali ke Bone mencari peluang baru. Setelah menjalankan bisnis papan bunga selama tiga tahun, ia menyadari perlunya usaha yang bisa menopang kebutuhan harian.

Diskusi dengan istrinya membuka dua opsi: usaha makan malam seperti angkringan atau usaha sarapan. “Karena anak masih kecil, kami sepakat sarapan lebih cocok. Bubur ayam jadi pilihan paling realistis,” jelasnya.

Andi Aan juga melakukan riset kecil mengenai varian bubur yang ia sukai di Makassar, yakni bubur Mandarin—varian yang menurutnya belum ada di Bone. Langkah ini menjadi dasar pembeda Hoki Bubur Ayam dari bubur pada umumnya yang cenderung bercita rasa Jawa.

Meski sempat diliputi keraguan, khususnya soal penerimaan pelanggan terhadap varian baru, Andi Aan tetap berpegang pada satu prinsip, proses lebih penting dari hasil. “Kalau mau instan, hasilnya tidak akan bertahan. Saya percaya proses itu yang membentuk kualitas.”

Kini Hoki Bubur Ayam tumbuh dengan karakter rasa yang konsisten, bahkan berkembang menyediakan roti bakar dan barongko sebagai pelengkap. Aan pun memandang bisnisnya bukan sekadar mencari untung, tetapi memberi manfaat lebih luas bagi keluarga dan karyawan.

“Rezeki itu titipan. Kalau ada lebih, kami sedekahkan. Bubur tidak bisa disimpan, jadi kami bagikan ke tetangga atau tukang becak. Itu prinsip yang kami jaga,” katanya.

Aan menutup pesannya kepada UMKM Bone: “Konsisten dan sabar dengan proses. Itu kunci yang membawa usaha ke tujuannya.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....