Dari Tambang ke Dapur, Haedar Raih Sukses Baru
- 16 Okt 2025 20:17 WIB
- Bone
KBRN,Bone: Dibalik aroma gurih semangkuk soto ayam Lamongan, tersimpan kisah perjuangan seorang putra Bugis bernama Haedar. Dulu ia bekerja di dunia pertambangan yang keras dan penuh kebisingan, namun kini meniti jalan baru sebagai pengusaha kuliner yang mengandalkan cita rasa dan ketekunan.
Setelah kontrak kerjanya di perusahaan tambang berakhir, Haedar memutuskan kembali ke kampung halaman. Ia sempat membuka usaha ayam bakar dan warkop, tetapi hasilnya belum memuaskan. “Saya coba-coba saja dulu, tapi ternyata ndak berkembang. Akhirnya saya berpikir kenapa tidak mencoba kuliner lain yang belum banyak di Bone,” ujarnya saat dialog di RRI, Pada Kamis(16/10/2025).
Dari rasa penasaran itu lahirlah ide membuka Soto Ayam Lamongan Haedar. Uniknya, ia sama sekali tidak memiliki latar belakang memasak soto, bahkan resep awalnya didapat dari menonton video di YouTube. “Saya belajar dari media sosial, dari YouTube. Coba-coba sendiri sampai pas rasanya,” ungkapnya.
Keputusan untuk beralih ke dunia kuliner bukan tanpa risiko. Haedar mengaku sempat ragu karena merasa bidang ini jauh berbeda dengan pekerjaannya dulu. “Dulu saya biasa dengar suara besi di tambang, sekarang suara penggorengan. Tapi ya dinikmati saja. Namanya juga usaha,” tuturnya.
Perjalanan panjang itu membuatnya belajar bahwa rezeki bisa datang dari mana saja. Meski sempat jatuh bangun, Haedar tetap berpegang pada semangat getteng (teguh) dan reso (usaha keras) yang ia warisi dari nilai-nilai Bugis.
Kini, usahanya mulai dikenal luas di Bone. Setiap hari, warung sederhana miliknya ramai pengunjung. “Saya bersyukur, sekarang sudah mulai banyak pelanggan tetap. Yang penting, kita jujur dan konsisten,” katanya.
Baginya, perjuangan sejati bukan hanya soal bertahan hidup, tapi juga menemukan makna baru dari apa yang dikerjakan. “Saya sudah tidak di tambang lagi, tapi di dapur ini pun saya tetap berjuang setiap hari,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....