Sinarti Latief Buktikan Perempuan Bisa Sukses Berwirausaha

  • 25 Jun 2025 14:33 WIB
  •  Bone

KBRN,Bone: Tak banyak yang tahu, di balik ramainya gerai ayam Marasa di Bone, ada sosok perempuan tangguh yang memikul tiga peran sekaligus: ibu rumah tangga, aparatur sipil negara, dan pelaku UMKM. Sinarti Latief, S.Pd., perempuan yang dengan gigih membangun usaha kuliner rakyat dari nol, bermodal semangat dan tekad yang tak pernah padam.

“Waktu kuliah, beli ayam crispy saja rasanya berat. Harganya mahal untuk ukuran mahasiswa seperti saya. Dari situ saya mulai bermimpi, suatu saat saya ingin jualan makanan yang bisa dinikmati semua orang, termasuk yang isi dompetnya pas-pasan,” ungkapnya saat dialog UMKM RRI Bone, Pada Rabu (25/6/2025).

Perjalanan Sinarti merintis usaha tidak instan. Ia memulai dari jualan takjil di bulan Ramadan. Keuntungan dari situ dikumpulkan dan dijadikan modal awal membangun Merasa. “Modalnya tidak besar, bahkan pengalaman bisnis pun nyaris nol. Tapi saya dan suami belajar perlahan—dari rasa ayam sampai cara promosi,” ujarnya.

Sebagai ASN, Sinarti menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan bisnis. Tapi ia memilih untuk mengatur prioritas dengan cermat. “Saya harus tahu kapan waktunya jadi pegawai, kapan waktunya jadi ibu, dan kapan fokus sebagai pengusaha. Kuncinya komunikasi dan kerja sama dengan pasangan,” jelasnya.

Manajemen Marasa pun dikelola secara profesional. Ia mengatur keuangan sendiri dengan sistem pembukuan lengkap, dan semua keputusan bisnis dibuat melalui diskusi bersama suami. “Kami pasangan hidup, tapi dalam usaha kami mitra kerja. Tidak boleh asal-asalan,” katanya.

Karyawan Marasa kini berjumlah 22 orang. Bagi Sinarti, keberhasilan usahanya bukan hanya soal omset, tapi tentang menciptakan dampak. “Kami ingin jadi rumah kedua bagi karyawan. Mereka bukan hanya bekerja, tapi tumbuh bersama usaha ini. Saya selalu bilang, anggap usaha ini milikmu juga,” ucapnya.

Sebagai perempuan, ia menyampaikan pesan penting kepada sesama perempuan di Bone. “Jangan takut memulai. Jangan anggap status sebagai perempuan itu penghalang. Kita bisa belajar, kita bisa gagal, tapi kita juga bisa bangkit. Kadang keberanian untuk melangkah itulah yang jadi kunci perubahan besar,” tutupnya penuh semangat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....