Melek Literasi Keuangan, Publik Lirik Investasi Produktif
- 07 Mei 2026 14:12 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Seiring dengan semakin naiknya harga emas dan fluktuasi nilai tukar rupiah, tabungan dalam bentuk uang ataupun saldo rekening tak lagi menjanjikan. Masyarakat pun mulai melirik peluang investasi lainnya yang dinilai lebih menguntungkan.
Akademisi, Andi Indra Saputra Alamsyah menilai saat ini, investasi yang terlihat paling diuntungkan adalah sektor yang terdorong oleh dinamika geopolitik dan rantai pasok global, terutama energi dan turunannya. Ketegangan di Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz sebagai jalur utama distribusi minyak dunia, meningkatkan risiko gangguan pasokan yang mendorong kenaikan harga minyak global.
Indra mengatakan dampaknya merambah ke industri petrokimia dan plastik, sehingga sektor energi dan turunannya cenderung menguat dalam jangka pendek hingga menengah. Selain itu, komoditas seperti batu bara, gas, dan CPO juga menarik karena dalam kondisi global yang tidak stabil, investor cenderung beralih ke aset riil, sementara sektor hilirisasi di Indonesia seperti nikel memiliki prospek jangka panjang.
Di sisi lain, Indra menjelaskan dirinya juga melakukan diversifikasi investasi ke reksadana yang memberikan pendapatan lebih stabil, meskipun imbal hasilnya tidak sebesar saham. “Namun demikian, seluruh pandangan ini bersifat analisis pribadi dan bukan merupakan saran atau rekomendasi untuk membeli saham atau instrumen investasi tertentu”, jelas Indra kepada rri.co.id, Kamis, 7 Mei 2026.
Menurutnya, Keyakinannya itu diperkuat oleh pendekatan berbasis data dan riset pribadi, dengan aktif mengikuti perkembangan berita dan informasi dari berbagai sumber di internet serta secara konsisten menganalisis laporan keuangan perusahaan, menelaah profil dan fundamental bisnis, hingga memahami kondisi riil perusahaan melalui referensi yang kredibel. “Dengan demikian, keputusan yang saya ambil tidak sekadar mengikuti tren, tetapi telah melalui proses validasi data dan analisis yang lebih komprehensif”, ujarnya.
Karyawan, Rizandi mengatakan tanam modal yang paling menguntungkan saat ini adalah investasi pada aset produktif. “Untuk sekarang, saya lebih memilih berinvestasi di saham karena return yang ditawarkan jauh lebih tinggi tapi resikonya juga lebih besar”, kata Rizandi.
Dikatakan, berinvestasi tanpa pemahaman (literasi) akan berisiko tinggi, sehingga literasi sangat krusial agar investasi efektif dan aman. “Jadi bagi pemula, harus ada juga bimbingan dari orang yang lebih berpengalaman, kita juga perlu mempelajari jenis-jenis saham yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI), mengikuti perkembangan perusahaan dan isunya dll”, jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....