Pola Konsumsi dan Gaya Hidup Pengaruhi Stabilitas Keuangan
- 30 Okt 2025 14:14 WIB
- Bone
KBRN, Bone: Pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat kini menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi stabilitas keuangan rumah tangga. Kesadaran dalam mengelola pengeluaran dinilai penting agar pendapatan tidak habis untuk kebutuhan konsumtif semata.
Menurut Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Pascasarjana IAIN Bone, Dr. Sitti Nikmah Marzuki, S.EI., M.E., perilaku konsumsi yang tidak terkontrol sering kali menjadi penyebab utama terganggunya kondisi keuangan keluarga.
“Banyak rumah tangga yang sebenarnya memiliki pendapatan cukup, namun tetap kesulitan mengatur keuangan karena gaya hidup berlebihan dan kurangnya perencanaan,” jelas Dr. Sitti Nikmah saat dikonfirmasi RRI.co.id, Kamis (30/10/2025).
Ia menambahkan, ibu rumah tangga memiliki peran penting dalam mengatur keuangan keluarga. Namun, tak jarang mereka merasa kewalahan dengan berbagai tanggung jawab yang harus dijalankan. Karena itu, diperlukan kerja sama antara suami dan istri agar pengelolaan keuangan rumah tangga dapat berjalan seimbang.
“Sistem keterbukaan itu penting, dikomunikasikan saja. Bahkan kalau suami ikut terlibat dalam pengaturannya juga tidak apa-apa, yang jelas semua untuk kepentingan bersama,” ungkap Dr. Nikmah.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tren gaya hidup modern dan pengaruh media sosial turut memperbesar dorongan konsumtif, terutama di kalangan masyarakat muda. “Kecenderungan mengikuti tren tanpa mempertimbangkan kemampuan finansial bisa berdampak pada kondisi keuangan jangka panjang,” ujarnya.
Dr. Sitti Nikmah mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengatur anggaran rumah tangga, dengan membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Selain itu, menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan dan dana darurat dinilai penting untuk menjaga kestabilan ekonomi keluarga.