Kemudahan Bertransaksi Digital Menjadi Tantangan untuk Menabung

  • 15 Okt 2025 14:10 WIB
  •  Bone

KBRN, Bone; Kemudahan dalam bertransaksi kini menjadi salah satu tantangan bagi masyarakat untuk memiliki tabungan. Hal tersebut diungkapkan Ketua Program Studi Ekonomi Syariah Pascasarjana IAIN Bone, Dr. Sitti Nikmah Marzuki, S.EI., M.E., saat berbincang bersama RRI Bone, Selasa (14/10/2025).

Menurutnya, kemudahan bertransaksi di era digital, seperti berbelanja online maupun penggunaan mobile banking, memang memberikan kenyamanan. Namun di sisi lain, hal ini dapat memengaruhi pola pengelolaan keuangan masyarakat, termasuk menyebabkan kesulitan untuk menabung.

“Dulu kalau kita mau berbelanja, kita harus ke pasar tradisional atau swalayan. Sekarang, kita berada di masa gempuran digitalisasi dengan kemudahan mengakses layanan keuangan. Memang semuanya dipermudah, tapi juga berisiko,” ungkap Dr. Sitti Nikmah Marzuki.

Dr. Niki, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa jika seseorang memiliki perilaku impulsive buying atau kebiasaan membeli sesuatu yang tidak direncanakan, maka sebesar apa pun penghasilannya tidak akan pernah cukup.

“Apalagi jika sejak awal kita tidak menerapkan sistem penganggaran atau budgeting yang jelas. Akibatnya, keuangan menjadi tidak terarah, terlebih jika kita tidak mampu menahan diri,” tambah Dr. Niki.

Untuk itu, Dr. Niki mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam memanfaatkan kemudahan layanan keuangan digital. Ia menyarankan penerapan metode pengelolaan keuangan sederhana, seperti metode 50-30-20, yaitu 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen untuk tabungan atau investasi.

Dengan menerapkan perencanaan anggaran yang disiplin serta mengendalikan keinginan konsumtif, masyarakat diharapkan dapat menjaga keuangan tetap stabil dan memiliki tabungan untuk kebutuhan masa depan.

Rekomendasi Berita