Era Digitalisasi Mulai Menggeser Buku Fisik
- 15 Mei 2026 11:55 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Buku fisik atau real book bukanlah satu-satunya sumber informasi yang bisa kita baca. Perkembangan teknologi modern telah menggeser minat pembaca beralih ke buku-buku digital yang lebih praktis, ekonomis, ramah lingkungan dsb.
Salah seorang penulis, Dr. Shabiel Zakaria, S.Pd., M.Pd. menilai ada sensasi tersendiri yang ia rasakan saat membaca buku fisik. “bau kertasnya itu unik, ada aroma tersendiri karena terbuat dari kayu. Selain itu, mata juga tidak cepat lelah karena cahaya terserap masuk ke dalam buku”, ujar Shabiel kepada rri.co.id, Jumat, 15 Mei 2026.
Dikatakan Shabiel, berbeda dengan buku digital yang cenderung membuat pembacanya mudah terdistraksi dengan notifikasi dari gadget yang digunakan. Pantulan cahaya dari layar pun membuat mata mudah lelah sehingga kita tidak mampu bertahan untuk membaca dalam waktu lebih lama.
“Saya pernah riset kecil-kecilan, saya pernah mencoba membaca buku dari gadget tapi sedetik kemudian terdistraksi dengan notifikasi yang masuk, jadi fokus teralihkan. Gangguan menyebabkan rekaman bacaan saya hilang dari otak, sehingga kemampuan saya untuk mereview itu lemah”, ujar Shabiel.
Kemudian, kata Shabiel, ia membandingkan pengalaman itu dengan membaca buku fisik yang dinilainya lebih minim distraksi. “Tidak ada gangguan, karena handphone jauh, jadi kita lebih fokus dan hanyut dalam bacaan. Sepekan berikutnya, saya mampu mereview buku itu”, jelasnya.
Dikatakan, inilah salah satu kelebihan dari buku fisik yang dirasakannya. Sehingga terbangun keterikatan dan romantisme dengan buku.
Meski demikian, Shabiel tak menampik keberadaan buku digital membantunya dan penulis lainnya dalam mempromosikan karya-karya merek sebelum diterbitkan dalam bentuk fisik. “Kehadiran digitalisasi justru mendorong real book lebih dikenal karena era digital aksesnya lebih cepat”, ungkapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....