Transformasi Mukena, dari Ibadah ke Daily Outfit Muslimah
- 08 Mar 2026 14:09 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Mukena merupakan pakaian wanita muslim yang digunakan saat melaksanakan salat agar dapat menutupi auratnya dengan sempurna. Uniknya, sebagian besar muslimah di Sulawesi Selatan tak lagi memandang mukena hanya sebagai pakaian saat menunaikan ibadah salat saja, namun kini justru lebih beragam fungsinya.
Bagi masyarakat Sulsel, termasuk Bone, mukena ibarat pakaian multifungsi yang dapat digunakan dalam berbagai kesempatan, seperti berbelanja, menjemput anak, nongkrong dan lainnya. Cara penggunaannya yang praktis dan tetap sopan menjadi alasan dibalik perilaku tersebut.
Meski pemandangan seperti itu tak lagi asing di mata penduduk lokal, tapi tren tersebut masih diperdebatkan warga net di medsos, usai viralnya postingan tentang mukena. Ada yang mendukung, ada pula yang mengkritik dengan pertimbangannya masing-masing.
Warga Bone, Fatimah mengakui mukena adalah pakaian yang nyaman dan sat set. “Mukenaku biasa kupake ke pasar tapi tidak kupake mi lagi untuk salat karena kotor mi”, jelas Fatimah kepada rri.co.id, Minggu, 8 Maret 2026.
Begitu pun Nirwana, warga Bone lainnya. Menurutnya, Entah siapa yang memulai atau sejak kapan dimulainya, tapi fungsi mukena sekarang lebih beragam. “Mukena itu sangat simple digunakan untuk menutup aurat, cukup memakai daster atau baju berlengan pendek saja, dan atasan pengganti jilbabnya, yaa mukena mi saja”, ujarnya sembari tertawa.
Suri juga tak menampik hal serupa. Ia mengatakan di Kabupaten Sidrap, mukena sangat umum dipakai ke pesta, hanya saja mukena yang digunakan berkualitas premium dengan harga yang bersaing. “PD ji orang pakei karena mukenanya juga yang berkelas tawwa, bukan kayak yang dipakai sehari-hari”, ucapnya.
Bagi warga Sulsel, mukena sudah menjadi Outfit of The Day (OOtD), terlebih, seiring dengan semakin berkembangnya dunia fashion, mukena hadir dengan berbagai warna dan model kekinian. Meski demikian, tren ini justru menjadi culture shock bagi para pendatang dari luar daerah Sulsel.