Menguak Sejarah Daster, Pakaian Koboi-Kostum Kaum Emak
- 23 Okt 2025 14:55 WIB
- Bone
KBRN, Bone: Tingginya intensitas kesibukan kaum ibu saat berada di rumah, terutama pagi hari saat menyiapkan segala keperluan perbekalan anak dan suami membuat sebagian besar dari mereka memilih menggunakan kostum untuk mendukung aktivitasnya itu. Pakaian yang nyaman dan memungkinkan sang ibu leluasa bergerak seperti daster pun jadi pilihan.
Bagi emak-emak, daster bukan hanya sekedar pakaian tapi sudah menjadi ciri khas yang melekat dengan perannya. Sejak dahulu, daster selalu setia menemani dalam berbagai rutinitas harian mereka.
Dikutip dari Wikipedia, daster yang dikenal sebagai pakaian rumah bagi perempuan di Indonesia, memiliki sejarah panjang yang berakar dari Amerika Serikat pada abad ke-19. Awalnya dikenal sebagai duster, pakaian ini adalah jubah panjang berbahan ringan dengan potongan longgar, dirancang untuk melindungi pemakainya dari debu dan kotoran.
Pada masa itu, para koboi dan pengendara mobil tanpa atap di Amerika Barat mengenakan dusteruntuk melindungi pakaian mereka dari debu dan cuaca ekstrem. Seiring waktu, duster mengalami evolusi dalam desain dan fungsi. Pada tahun 1950-an, pakaian ini didesain lebih sederhana dengan panjang selutut dan kancing depan, sehingga cocok digunakan sebagai luaran saat memasak atau membersihkan rumah.
Pada abad ke-20, duster mendapatkan popularitas baru, terutama setelah muncul dalam beberapa film terkenal Amerika seperti "The Good the Bad and the Ugly (1966) dan "Once Upon a Time in the West" (1968), di mana para pemerannya mengenakan duster sebagai bagian dari kostum mereka. Di Indonesia, daster telah berevolusi dengan berbagai model, mulai dari yang mencapai mata kaki hingga di atas lutut, menjadikannya pilihan populer bagi perempuan dari berbagai usia untuk kenyamanan sehari-hari di rumah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....