Dampak Paparan Lagu Dewasa Pada Anak

  • 23 Jun 2025 14:10 WIB
  •  Bone

KBRN, Bone: Normalisasi paparan lagu dewasa pada anak bukanlah isapan jempol belaka. Penggunaan media sosial setiap harinya lebih banyak menawarkan konten yang memperdengarkan lagu-lagu dewasa padahal penggunanya juga berasal dari kalangan anak-anak.

Tanpa kita sadari, anak-anak yang seharusnya dapat tumbuh dan berkembang sesuai usianya, tak lagi dapat benar-benar menikmati masa kanak-kanaknya. Berikut dampak anak terpapar lagu dewasa, seperti dikutip dari klikdokter.com.

Emosinya Mudah Terpengaruh

Kebiasaan mendengar lagu dewasa bisa membuat emosi anak terpengaruh. Sebab anak belum mampu mengendalikan emosi dengan sempurna.

Di sisi lain, lagu dewasa kebanyakan mengandung kegalauan, kemarahan, dan kesedihan sebagai akibat pengalaman pahit dalam kehidupan. Bukan berarti anak harus ceria setiap saat, namun lirik lagu dapat mengajarkan anak untuk meregulasi emosi.

Mengganggu Persepsi Anak

Sering mendengar dan menyanyikan lagu dewasa bisa berpotensi mengganggu persepsinya. Anak dikenal memiliki kepolosan dan keceriaan yang khas. Hal ini yang sulit diperoleh melalui lagu orang dewasa. Alih-alih menggambarkan cinta kasih yang tanpa syarat seperti orang tua kepada anak, lagu dewasa kerap menunjukkan cinta bertepuk sebelah tangan atau cinta pada orang yang salah.

Tentu cerita lagu tersebut bisa mengganggu persepsi anak mengenai cinta kasih sejati, yang seharusnya ia ketahui lebih dahulu. Belum lagi lagu dewasa yang mengandung lirik seksual, kekerasan, atau perselingkuhan.

Terpapar Konten yang Belum Pantas

Pada anak di bawah usia enam tahun, pemahaman mereka pada dunia di sekelilingnya masih terbatas. Mereka cenderung cepat meniru apa yang dilihat dan didengarkan dari orang terdekat secara mentah-mentah alias tidak dipilah-pilih. Akibatnya, anak hanya menyanyikan atau menirukan gaya bernyanyi tanpa tahu makna lagu.

Dewasa Lebih Awal

Tanpa disadari, lagu orang dewasa bisa membuat anak dewasa lebih cepat. Anak bukanlah orang dewasa versi mini. Anak harus bertumbuh dan berkembang sesuai usia dan tugas perkembangannya. Namun, saat ia terlalu sering terpapar lagu orang dewasa, bukan tidak mungkin ini akan menstimulasi anak untuk dewasa lebih cepat.

Oleh karena itu, sudah jadi tugas orang tua untuk mendampingi anak dalam segala hal, termasuk memilah mana lagu dewasa yang boleh didengarkan dan mana yang tidak.

Menimbulkan Kecemasan dan Ketakutan yang Tidak Perlu

Tak sedikit juga lagu yang menggambarkan hubungan seksual lewat lirik yang puitis. Atau lagu penuh luapan emosi seperti kemarahan dan kesedihan yang tak berkesudahan. Begitu anak bisa mengartikan lirik lagu tersebut, bisa jadi akan mengubah persepsi anak terhadap suatu hal hingga memunculkan kecemasan dan ketakutan yang tidak perlu. Contoh, lagu yang bercerita tentang perselingkuhan atau diduakan. Bisa jadi ini malah membuat anak takut hal serupa mungkin terjadi pada orang tuanya.

Memengaruhi Interaksi Sosial Anak

Pengaruh lagu dewasa terhadap tumbuh kembang anak berkaitan dengan interaksi sosialnya. Anak pasti banyak menemui kosakata baru dari lagu orang dewasa yang belum sesuai dengan usianya.

Bisa jadi ia akan “menularkan” kosakata tersebut saat bermain dengan teman-teman atau menjadikan kata itu bahan olokan. Padahal, anak hanya meniru, tanpa konteks sebenarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....