Marraga Meredup Ditengah Popularitas Games Online

  • 14 Jun 2025 18:52 WIB
  •  Bone

KBRN, Bone: Ditengah gempuran teknologi yang semakin canggih, eksistensi permainan tradisional pun pelan namun pasti, terasing di tanahnya sendiri sejak menjamurnya permainan modern. Mobile Legend, Free Fire, Roblox, hanyalah sebagian kecil games online yang diakses generasi muda setiap harinya. Tingginya intensitas itu,nyaris membuat anak tak lagi mengenali permainan tradisional yang merupakan identitas dan warisan leluhur.

Salah satu jenis permainan tradisional khas masyarakat Sulawesi Selatan yang keberadaan mulai tenggelam adalah Marraga. Dalam bahasa Makassar seperti yang dikutip dari Wikibooks, permainan ini disebut Marraga atau Paraga karena menggunakan bola yang terbuat dari rotan atau disebut raga. Bola tersebut dibelah-belah, diraut halus, dan dianyam dengan diameter 15 cm.

Dahulu, permainan Marraga hanya dimainkan oleh para bangsawan Makassar saat upacara-upacara resmi kerajaan berlangsung, misalnya pelantikan raja dan perkawinan anggota kerajaan. Saat ini, permainan Marraga biasanya dilakukan oleh 5-15 anak laki-laki. Permainan ini dapat melatih ketangkasan, kelincahan, kecekatan, kerjasama, solidaritas, dan membentuk karakter berani, jujur, percaya diri, demokratis, dan komunikatif.

Adapun cara bermainnya, yaitu diawali dengan membentuk posisi melingkar, lalu salah satu pemain yang termahir memegang bola dan melemparnya ke atas. Pemain yang berada tepat di tempat jatuhnya bola akan memulai permainan. Kemudian, bola dilemparkan ke pemain lainnya secara bergiliran.

Permainan Marraga juga dapat dilakukan dengan saling mengoper bola dari kaki ke kaki atau dengan anggota badan lainnya dengan tiga cara sepak. Cara pertama disebut sempak sarring yaitu sepakan keras menggunakan telapak kaki dengan lemparan bola ke atas minimal tiga meter dari permukaan tanah.

Selanjutnya, sempak biasa yaitu sepakan yang tingginya sedikit melewati kepala pemain. Lalu, cara yang terakhir disebut sempak caddi, yaitu sepakan kecil yang tingginya tidak melewati pusar pemain. Cara terakhir ini termasuk dalam variasi atau disebut belo yang dapat menggunakan dada, bahu, siku, tangan perut, paha, dan kaki, kecuali kepala.

Marraga bukan sekadar permainan, tetapi juga sebuah atraksi yang memadukan olahraga, seni, dan nilai-nilai budaya Sulsel yang kaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....