Overstimulation Merusak Keseimbangan Mental Seorang Ibu

  • 22 Apr 2025 09:34 WIB
  •  Bone

KBRN, Bone: Tuntutan peran ganda seorang Ibu sebagai pengasuh, pekerja, istri serta menjadi pengatur rumah tangga, membuatnya rentan mengalami overstimulation atau stimulasi yang berlebihan. Kondisi ini sering di anggap remeh bahkan diabaikan, padahal dampaknya bisa merusak keseimbangan mental seorang Ibu.

Dirangkum dari berbagai sumber seperti Mamasewa.com overstimulation pada Ibu merupakan kondisi di mana seorang Ibu merasa kewalahan akibat terlalu banyak rangsangan secara fisik, emosional, dan mental dalam waktu yang bersamaan.

Sementara dalam uasan thematrescence.com menjelaskan Bentuk overstimulation bisa meliputi:

1. Sensorik: Suara tangisan anak, televisi, notifikasi ponsel, mainan berbunyi, atau keramaian di rumah yang terlalu intens.

2. Emosional: Perasaan cemas, tertekan, marah, atau sedih karena beban mental yang terus menumpuk.

3. Mental: Terus-menerus harus membuat keputusan, mengingat jadwal anak, mengatur rumah, hingga beban multitasking sepanjang hari.

Tanda-tanda umum overstimulation pada ibu, mereka mudah tersinggung dan marah, merasa ingin menyendiri, sakit kepala atau kelelahan berlebih, sulit tidur atau merasa tidak pernah cukup istirahat, menurunnya kesabaran terhadap anak dan pasangan dan suka gagal focus atau blank. Hal ini bisa berdampak serius pada kesehatan mental ibu, memicu burnout, gangguan kecemasan, bahkan depresi, serta mempengaruhi relasi dengan anak dan pasangan sehingga menggangu keharmonisan dalam rumah tangga.

Seorang Ibu perlu belajar untuk mengenali tanda-tanda overstimulation pada dirinya dan mencari cara untuk mengatasinya, misalnya dengan meluangkan waktu untuk diri sendiri (me time), meminta bantuan dari orang lain terutama kepada suami, mengurangi paparan media sosial, melakukan relaksasi atau mencari dukungan profesional jika diperlukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....