Mengenal Sejarah Teknik Pengobatan Alternatif yang Diwariskan Turun Temurun
- 21 Apr 2025 15:06 WIB
- Bone
KBRN, Bone: Masyarakat Indonesia yang masih menjaga nilai-nilai tradisional leluhurnya memang telah turun temurun mengenal teknik pijat sebagai alternatif pengobatan. Meski telah banyak diciptakan peralatan canggih, pijat tetap jadi pilihan banyak orang.
Di salon kecantikan misalnya, juga menawarkan jasa pijat badan atau body massage untuk mengurangi nyeri, stress, dan ketegangan otot. Bahkan pijat juga diyakini pijat juga dapat meningkatkan sirkulasi darah, kualitas tidur, dan suasana hati.
Meski telah lama dikenal di Indonesia, mungkin belum banyak yang tahu sejarah tentang metode tradisional ini. Wikipedia menjelaskan terdapat catatan tertua mengenai sejarah pijat yang tertulis dalam Papyrus Ebers, yakni catatan kedokteran pada zaman Mesir Kuno. Ada pula catatan kedokteran tentang pijat dari India sekitar tahun 1.800 SM. Kedua buku tersebut memuat tentang seni pijat, diet, olahraga, dan berbagai catatan kedokteran lainnya yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia.
Penggunaan pijat sebagai salah satu alternatif pengobatan ini didukung oleh para dokter dari Cina sekitar 5.000 tahun silam yang mempercayai bahwa pijat merupakan teknik pengobatan penting. Beberapa bukti penemuan tersebut menegaskan, bahwa sebenarnya seni pijat sudah banyak dipraktikkan dalam budaya umat manusia di dunia yang dilakukan secara turun-temurun. Meski banyak orang yang belum mengetahui tentang teknik pijat yang benar, tetapi secara tidak sadar mereka telah melakukan sentuhan-sentuhan yang tidak lain adalah bagian dari seni pijat itu sendiri.
Di India, pijat telah menjadi bagian dari tradisi dalam perawatan keseharian. Para Ibu di India mempelajari keterampilan tersebut dari mertua atau orang tuanya. Mereka cenderung mempertahankan budaya warisan leluhurnya. Bahkan, pijatan mulai dilakukan tak lama setelah bayi lahir atau setelah tali pusar bayi lepas (puput). Caranya pemijatannya cukup sederhana, yakni dengan melakukan gerakan-gerakan peregangan pada tubuh anak tanpa menyakitinya.
Di Benua Afrika, teknik pemijatan dan minyak pijat yang digunakan untuk anak dapat berbeda-beda antara negara yang satu dengan lainnya. Hal tersebut dipengaruhi oleh tradisi masyarakat setempat. Misalnya, para Ibu di Nigeria lebih suka menggunakan minyak kelapa sawit, sedangkan masyarakat Ghana memilih shea butter, suatu jenis lemak nabati yang dieksstrak dari tanaman shea (Vitellaria paradoxa) yang tumbuh di Afrika.
Pijatan itu biasanya mereka lakukan setelah anak selesai mandi dengan memberikan tekanan yang agak kuat. Menurut keyakinan penduduk Afrika, pemijatan yang kuat akan lebih memberikan peningkatan fleksibilitas dan kekuatan bagi anak dalam masa tumbuh kembangnya kelak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....