Nastar: Kue Warisan Belanda yang Beradaptasi Budaya Indonesia

  • 17 Mar 2025 03:09 WIB
  •  Bone

KBRN,Bone: Nastar merupakan salah satu kue kering yang populer di Indonesia, terutama saat perayaan besar seperti Idulfitri, Natal, dan Imlek. Dilansir dari Wikipedia, Kue ini berasal dari Belanda dengan nama yang diadaptasi dari bahasa mereka, yaitu ananas (nanas) dan taart (tart). Awalnya, kue ini terinspirasi dari pai khas Eropa yang berisi apel, stroberi, atau bluberi. Namun, karena pada masa kolonial buah-buahan tersebut sulit ditemukan di Indonesia, nanas dipilih sebagai isian utama karena memiliki rasa asam yang serupa.

Seiring berjalannya waktu, nastar berkembang menjadi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia. Pada zaman kolonial, kue ini hanya bisa dinikmati oleh kaum bangsawan atau priyayi, khususnya saat perayaan besar. Nastar sering menjadi hadiah yang dikirim oleh keluarga Eropa kepada kaum priyayi yang merayakan Lebaran. Selain itu, keluarga Belanda juga menyajikan nastar sebagai hidangan khas saat perayaan Natal.

Tak hanya dalam budaya Eropa, nastar juga memiliki makna khusus dalam tradisi Tionghoa. Dalam perayaan Tahun Baru Imlek, nastar dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran karena warnanya yang keemasan menyerupai buah pir emas. Masyarakat Tionghoa percaya bahwa menyantap nastar dapat membawa keberuntungan bagi yang memakannya, sehingga kue ini selalu hadir di meja saat Imlek.

Seiring perkembangan zaman, nastar kini dapat dinikmati oleh semua kalangan. Bukan hanya isian nanas, nastar kini hadir dalam berbagai varian rasa seperti cokelat, keju, stroberi, dan bluberi. Bentuknya pun semakin bervariasi, tidak hanya bulat tetapi juga menyerupai daun, ketupat, gulungan, hingga landak. Hal ini menunjukkan bagaimana kreativitas masyarakat Indonesia dalam memodifikasi kuliner warisan kolonial sesuai dengan selera lokal.

Selain di Indonesia, nastar juga ditemukan di beberapa negara lain seperti Tiongkok dan Hong Kong. Meski sama-sama bernama nastar, bentuk dan ukurannya berbeda. Jika di Indonesia nastar berbentuk bulat dengan diameter sekitar dua sentimeter, di Hong Kong kue ini berukuran lebih besar dan berbentuk balok dengan panjang sekitar lima sentimeter. Keberadaan nastar di berbagai negara ini menunjukkan bahwa kue ini memiliki daya tarik yang luas di luar Indonesia.

Menjelang Lebaran, nastar menjadi salah satu kue yang paling banyak dicari oleh masyarakat. Permintaan terhadap nastar melonjak tinggi, baik di toko roti, swalayan, maupun toko daring. Banyak pelaku usaha rumahan juga memproduksi nastar dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan pasar. Harga nastar pun bervariasi tergantung bahan dan kemasannya, namun tetap menjadi pilihan utama untuk suguhan hari raya.

Sebagai salah satu kue yang paling dicari saat momen spesial, nastar telah melewati perjalanan panjang dari warisan kolonial hingga menjadi bagian dari identitas kuliner Indonesia. Dengan berbagai inovasi dalam rasa dan bentuk, nastar terus berkembang dan tetap menjadi favorit di setiap perayaan. Kue ini tidak hanya sekadar camilan, tetapi juga simbol akulturasi budaya yang memperkaya khazanah kuliner Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....