Tuai Stigma Negatif, Penganut Childfree Justru Meningkat
- 12 Mar 2025 10:06 WIB
- Bone
KBRN, Bone: Pasangan yang memilih childfree terus meningkat dalam empat tahun terakhir. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, sekitar 8,2% perempuan usia subur di Indonesia memilih untuk tidak memiliki anak, jumlah ini setara dengan 71.000 orang. Fenomena tersebut pun ditengarai sebagai penyebab turunnya angka kelahiran di Indonesia.
Hukum positif Indonesia tidak melarang childfree karena merupakan pilihan pribadi dan terkait dengan hak reproduksi, hak kebebasan, serta hak perlindungan anak. Childfree pun telah dilindungi oleh hak asasi manusia (HAM), olehnya itu diskriminasi terhadap penganut gaya hidup ini dinilai sebagai pelanggaran terhadap prinsip kesetaraan dan hak asasi manusia (HAM).
Jika ditinjau dari perspektif Islam Dr. Abu Bakar, M.Pd. mengungkapkan salah satu tujuan pernikahan adalah untuk mendapatkan keturunan, muslim bahkan dianjurkan untuk memperbanyak generasi, namun tak dapat dipungkiri jika ada orang yang tidak bisa memiliki anak karena penyakit yang dideritanya.
“Namun ada juga orang yang memutuskan childfree karena faktor tertentu, misalnya jika hamil itu bisa membahayakan dirinya, maka itu dibolehkan dalam Islam,” jelas Dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) IAIN Bone itu saat dikonfirmasi rri.co.id, rabu (12/3/2025).
Sebelumnya, pemengaruh Gita Savitri ramai disorot pasca mengumumkan keputusannya untuk tidak memiliki anak atau childfree. Hal itupun kemudian menjadi hangat di media sosial, meski menimbulkan stigma negatif dan memicu pro kontra, nyatanya banyak yang sepakat dengan Gita dengan alasannya masing-masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....