Musim Hujan Mundur Akibat El Nino, Sinjai Siapkan Mitigasi

  • 30 Sep 2026 07:24 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Sinjai - Wakil Bupati Sinjai A. Mahyanto Mazda mengikuti press release prediksi musim hujan 2026/2027 yang digelar BMKG melalui Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (MKG) Wilayah IV Makassar di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa 29 September 2026. Kegiatan tersebut membahas kondisi iklim dan prediksi awal musim hujan di Sulawesi Selatan sebagai bahan bagi pemerintah daerah menyusun langkah antisipasi.

Kepala Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan Ayi Sudrajat menjelaskan, fenomena El Nino yang saat ini berada pada kategori sangat kuat menjadi salah satu faktor pergeseran awal musim hujan. Musim hujan yang biasanya mulai berlangsung pada Oktober 2026 diprediksi bergeser hingga November, Desember, bahkan Maret 2027 di sejumlah wilayah.

Sekitar 25 persen wilayah Sulawesi Selatan diperkirakan mulai memasuki musim hujan pada November 2026, terutama wilayah bagian utara seperti Luwu Utara, Toraja Utara, Tana Toraja, Palopo dan Enrekang. Sementara itu, El Nino diperkirakan masih bertahan hingga 2027 dengan intensitas yang mulai melemah pada Maret hingga Mei.

Menanggapi informasi tersebut, Wakil Bupati Sinjai Andi Mahyanto Mazda mengapresiasi BMKG yang menyampaikan informasi iklim secara terbuka. Menurutnya, prediksi tersebut penting bagi pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah mitigasi secara lebih terukur, terutama menghadapi potensi kekeringan.

“Informasi ini sangat berharga bagi kami di Kabupaten Sinjai. Dengan mengetahui bahwa musim hujan akan datang lebih lambat, kami bisa mempersiapkan langkah-langkah mitigasi yang lebih terukur, terutama untuk sektor pertanian dan ketersediaan air bersih yang cukup,” ujar Andi Mahyanto.

Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menindaklanjuti prediksi tersebut hingga tingkat kecamatan dan desa. Perangkat daerah terkait diminta menyiapkan ketersediaan air bersih serta mendukung sektor pertanian dengan informasi iklim yang tepat waktu.

Selain itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan selama periode kering, termasuk mengurangi aktivitas pembakaran sampah yang berpotensi memicu kebakaran. Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan informasi cuaca dan iklim dari BMKG secara berkala.

“Saya ingatkan kepada OPD terkait di Sinjai untuk segera menetapkan langkah kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, termasuk memastikan ketersediaan air bersih dan mendukung sektor pertanian dengan informasi iklim yang tepat waktu,” tegas Mahyanto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....