Lapas Watampone Kembangkan Budidaya Bebek untuk Ketahanan Pangan
- 13 Sep 2026 07:56 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone terus mengembangkan kegiatan peternakan melalui Seksi Kegiatan Kerja (Giatja) dengan membudidayakan bebek secara mandiri. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus memberikan keterampilan dan pembinaan kemandirian bagi warga binaan, Sabtu 12 September 2026.
Budidaya bebek dilaksanakan secara terpadu, mulai dari pengadaan telur bebek, proses penetasan menggunakan mesin tetas, pemeliharaan anak bebek atau Day Old Duck (DOD), hingga perawatan sampai memasuki masa panen.
Proses budidaya diawali dengan pengadaan telur bebek berkualitas yang selanjutnya ditetaskan menggunakan mesin tetas. Selama proses penetasan yang berlangsung sekitar 28 hari, telur dipantau secara berkala dengan memastikan suhu dan kelembapan tetap terjaga agar perkembangan embrio berlangsung optimal hingga menetas.
Setelah menetas, DOD dipindahkan ke area brooding yang telah disiapkan secara khusus. Pada tahap ini, anak bebek mendapatkan perawatan dan pengawasan secara intensif, termasuk pengaturan suhu serta pemberian asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan. Bebek kemudian dipelihara secara bertahap hingga mencapai usia siap panen, yaitu sekitar 2 hingga 3 bulan atau 60–90 hari.
Kegiatan budidaya tersebut sekaligus menjadi bentuk pemanfaatan sarana dan prasarana yang tersedia di lingkungan Lapas Kelas IIA Watampone. Selain menghasilkan komoditas peternakan yang memiliki nilai ekonomis, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan dalam memperoleh dan mengembangkan keterampilan di bidang peternakan.
Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, menyampaikan bahwa pengembangan kegiatan peternakan merupakan bagian dari upaya mendorong warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal setelah menjalani masa pidana.
"Melalui kegiatan budidaya bebek ini, kami ingin memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi warga binaan sekaligus mendukung ketahanan pangan. Kami berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat, baik bagi Lapas maupun sebagai bekal kemandirian bagi warga binaan," ujar Rahnianto.
Melalui pengembangan budidaya bebek secara berkelanjutan, Lapas Kelas IIA Watampone berkomitmen untuk terus mengoptimalkan kegiatan kerja sebagai bagian dari pembinaan kemandirian. Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan warga binaan yang produktif, terampil, dan berdaya guna.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....