Sekda Sinjai Tekankan Puskesmas Aktif Tracing TBC ke Masyarakat
- 08 Sep 2026 22:03 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Sinjai - Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, menekankan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) harus dilakukan secara aktif dengan mendatangi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan penanganan TBC tidak cukup hanya dengan menunggu warga datang memeriksakan diri ke Puskesmas.
Penekanan tersebut disampaikan saat Launching Penemuan Tuberkulosis Terintegrasi Cek Kesehatan Gratis Tingkat Kabupaten Sinjai di Aula Pertemuan Kantor Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, Senin 7 September 2026. Gerakan ini menjadi langkah Pemkab Sinjai mempercepat penemuan kasus sekaligus memutus mata rantai penularan TBC.
“Keberhasilan penanggulangan TB tidak hanya cukup dengan menunggu masyarakat datang ke Puskesmas. Tapi kita berharap teman-teman Puskesmas melalui instruksi dari Dinas Kesehatan datangi tempat-tempat yang sudah ditentukan oleh pejabat wilayah setempat,” ujar Andi Jefrianto.
Ia meminta jajaran Puskesmas bersama pemerintah wilayah menentukan lokasi sasaran dan melakukan penelusuran secara langsung. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menemukan masyarakat yang berisiko atau mengalami gejala TBC tetapi belum memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Andi Jefrianto menegaskan TBC tidak hanya menjadi persoalan kesehatan individu, tetapi juga berkaitan dengan keluarga, kondisi sosial, produktivitas, dan pembangunan manusia. Kasus yang tidak ditemukan dan tidak segera diobati berpotensi terus menularkan penyakit kepada orang-orang di lingkungan sekitarnya.
“Karena itu kita harus hadir lebih dekat kepada masyarakat. Kita harus menemukan kasus secara aktif. Kita harus memastikan mereka mendapatkan pengobatan, dan kita harus memastikan mereka menyelesaikan pengobatan sampai sembuh,” tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Sinjai, dr. Kahar Anies, mengatakan penemuan kasus menjadi salah satu kunci percepatan eliminasi TBC melalui skrining dan deteksi dini. "Di Kabupaten Sinjai, berdasarkan data Program TBC periode Januari hingga Agustus 2026, sebanyak 4.100 orang terduga atau suspek TBC telah menjalani pemeriksaan. Dari jumlah tersebut, ditemukan 371 kasus TBC," jelasnya.
Menurutnya, skrining yang dilakukan secara cepat dan tepat memungkinkan terduga maupun penderita TBC ditemukan lebih awal. Dengan begitu, pengobatan dapat segera diberikan dan risiko keterlambatan penanganan maupun penularan di lingkungan keluarga serta komunitas dapat ditekan.
Kegiatan launching turut dihadiri sejumlah perangkat daerah, Camat Sinjai Utara, para lurah, Tim Penggerak PKK, serta Kepala Puskesmas Balangnipa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....