Siasati Kemarau, Petani di Sinjai Sulap Sawah Jadi Lahan Kangkung Hemat Air
- 06 Sep 2026 08:37 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Sinjai - Musim kemarau membuat petani di Desa Mattunrung Tellue, Kecamatan Sinjai Tengah, Kabupaten Sinjai, memilih memanfaatkan lahan sawah bekas panen padi untuk menanam kangkung. Cara ini dilakukan untuk menjaga lahan tetap produktif sekaligus menghemat penggunaan air yang semakin terbatas.
Petani setempat, Hasbullah, mengatakan kangkung dipilih karena dapat dibudidayakan pada lahan sawah yang masih memiliki sumber air. Menurutnya, kondisi tersebut lebih efisien dibandingkan menanam bibit kangkung di lahan bedengan yang membutuhkan penyiraman rutin.
“Alasan saya menanam kangkung di sawah, kan saya lihat potensinya di sawah yang mana ada airnya. Nah, makanya itu yang saya olah. Hasil dari kangkung cabut ini saya beli di pasar, saya tanam di sawah. Ini kan untuk mengefisiensi air, hemat tenaga,” ujar Hasbullah, Sabtu 5 September 2026.
Menurutnya, lahan yang dimanfaatkan merupakan bekas tanaman padi yang telah dipanen. Sawah tersebut selama ini mengandalkan tadah hujan, sehingga hanya bagian yang masih memiliki air yang digunakan untuk budidaya kangkung.
Lahan yang digunakan Hasbullah masih terbatas, yakni sekitar lebar lima meter dan panjang tujuh meter. Penanaman dilakukan dalam skala kecil sebagai uji coba, dengan masa panen kangkung sekitar dua minggu.
Untuk sementara, hasil panen dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, namun jika produksinya meningkat, Hasbullah berencana mencoba memasarkannya ke pasar. “Palingan kan kalau kita tanam di sawah sekitar dua mingguan sudah bisa kita panen,” katanya.
Pemanfaatan lahan sawah setelah panen menjadi pilihan petani untuk menjaga produktivitas di tengah musim kemarau. Dengan menanam pada bagian lahan yang masih tersedia air, kebutuhan penyiraman dan tenaga dapat ditekan tanpa membiarkan lahan kosong.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....