Wabup Andi Akmal Pasluddin Ajak Mahasiswa Jadi Supertim Pembangunan Daerah

  • 19 Agt 2026 13:28 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP., M.M., menghadiri kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 sekaligus memberikan kuliah umum di Universitas Negeri Makassar (UNM) Kampus VI Bone, Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi 180 mahasiswa baru PGSD UNM Kampus Bone dalam memulai perjalanan akademik sekaligus mendapatkan pembekalan terkait peran strategis generasi muda menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.

Ketua Unit Pengelola Program (UPP) Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UNM Kampus Bone, Dr. Awaluddin Muin, S.Pd., M.Sn., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Bone tersebut. "Kami menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bapak Wakil Bupati Bone di Kampus VI UNM Bone. Kehadiran beliau menjadi motivasi tersendiri bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademiknya," ujar Awaluddin dalam sambutannya.

Awaluddin berharap para mahasiswa tidak sekadar mengejar ijazah, tetapi juga memanfaatkan ruang perguruan tinggi untuk menempa karakter, memperluas wawasan, dan mengasah kompetensi. "Sebanyak 180 mahasiswa baru hari ini hadir untuk memulai proses belajar. Kami berharap mereka dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, terus belajar, beradaptasi, dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," lanjutnya.

Dalam sesi kuliah umum, Wabup Andi Akmal Pasluddin menekankan pentingnya lifelong learning atau belajar sepanjang hayat. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadikan pendidikan formal sekadar rutinitas demi gelar belaka. "Belajarlah sepanjang hayat. Jangan menjadikan pendidikan hanya sebagai formalitas. Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk menuntut ilmu, bahkan sampai ke negeri Cina," pesan Andi Akmal.

Ia menambahkan, pendidikan adalah fondasi utama untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Meniru negara-negara maju yang menempatkan sektor pendidikan sebagai investasi jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Bone juga berkomitmen mendorong wilayahnya menjadi pusat pendidikan yang kuat.

"Pendidikan adalah fondasi kuat bagi kemajuan bangsa, negara, termasuk Kabupaten Bone. Kami berkomitmen menjadikan Bone sebagai kota pendidikan. Tentu ini membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk perguruan tinggi, para pendidik, dan mahasiswa," tuturnya.

Di hadapan calon pendidik tersebut, Andi Akmal juga menyoroti tantangan pesatnya era digitalisasi. Ia mengingatkan agar teknologi dimanfaatkan secara bijak demi mencegah dampak negatif seperti hoaks, perundungan (bullying), dan sikap antisosial. "Digitalisasi adalah pembantu, bukan pengganti. Kuasai teknologi, tetapi jangan sampai kita menjadi budak algoritma. Jadilah kreator solusi, termasuk menciptakan inovasi pendidikan berbasis digital," tegasnya.

Selain penguasaan teknologi, ia meminta mahasiswa PGSD untuk tetap memegang teguh kearifan lokal Bone, seperti nilai sipakatau (saling menghargai) dan sipakalebbi (saling memuliakan). Pasalnya, guru SD adalah garda terdepan pembentuk karakter generasi masa depan. "Adik-adik mahasiswa yang hadir di ruangan ini akan menjadi salah satu penentu nasib anak-anak kita 40 tahun ke depan. Karena itu, perjalanan akademik ini harus dimulai dengan tekad untuk menguasai ilmu, teknologi, dan karakter," ujarnya.

Sebagai penutup, Wabup Bone mengajak seluruh civitas akademika untuk membangun jaringan dan kolaborasi lintas disiplin demi kemajuan daerah. "Bangun jaringan, berkolaborasilah lintas disiplin. Kabupaten tidak dibangun oleh individu, tetapi oleh supertim. Bupati dan Wakil Bupati tidak akan mampu memajukan Bone tanpa bantuan masyarakat, para pendidik, perguruan tinggi, dan adik-adik mahasiswa sekalian," kata Andi Akmal.

Ia menegaskan kembali bahwa pembangunan butuh sistem yang kokoh serta sumber daya manusia yang berkualitas. "Mulailah perjalanan epik hari ini dengan menguras ilmu di kampus. Jadikan teknologi sebagai alat untuk menciptakan solusi, bukan sekadar untuk konsumsi. Membangun daerah bukan hanya membutuhkan semangat, tetapi juga kolaborasi dan sistem," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....