Cegah Karhutla, Bupati Sinjai Tekankan Deteksi Dini dan Respons Cepat Diperkuat
- 11 Agt 2026 21:25 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Sinjai - Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif menekankan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapan Karhutla di Lapangan Kantor Bupati Lama, Selasa 11 Agustus 2026.
Ratnawati mengatakan apel digelar untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi ancaman Karhutla. Menurutnya, kesiapsiagaan harus dilakukan sejak dini dengan melibatkan seluruh unsur terkait.
“Apel gelar ini merupakan bentuk pengecekan atas kesiapan personel, sarana dan prasarana dalam menghadapi ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Bupati menjelaskan fenomena El Nino berpotensi membuat musim kemarau berlangsung lebih panjang dan kering sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan Karhutla. Berdasarkan perkiraan BMKG, puncak musim kemarau di Sulawesi Selatan diprediksi terjadi pada Agustus hingga September 2026.
“Dalam menghadapi potensi dampak El Nino, diperlukan langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan secara terpadu oleh pemerintah dan masyarakat,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, Ratnawati meminta peningkatan patroli, pemantauan titik panas atau hotspot, penguatan sistem peringatan dini, serta edukasi kepada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, TNI, Polri, BPBD, pihak swasta, dan masyarakat.
“Apabila terdeteksi adanya indikasi kebakaran, respons cepat harus segera dilakukan dengan mengerahkan personel, peralatan pemadaman serta memastikan ketersediaan sumber air di lokasi kejadian,” tegasnya.
Ratnawati juga meminta seluruh peralatan pemadaman dipastikan dalam kondisi siap digunakan, mulai dari mesin pompa, selang, kendaraan operasional hingga alat pelindung diri. Selain itu, teknologi drone dinilai dapat dimanfaatkan untuk memantau wilayah sulit dijangkau, mendeteksi titik api dan memetakan sebaran kebakaran secara lebih cepat.
Penguatan deteksi dini juga dilakukan melalui pendataan kondisi masyarakat di wilayah rawan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Pendataan tersebut mencakup ketersediaan sumber air, kondisi lahan pertanian, potensi kekeringan hingga kebutuhan bantuan apabila dampak El Nino semakin meluas.
Bupati Sinjai menegaskan sejumlah langkah harus segera dilakukan, di antaranya memperkuat koordinasi lintas instansi, menyosialisasikan pembukaan lahan tanpa membakar, meningkatkan pemantauan dan patroli, membentuk posko terpadu, serta mempercepat penanganan apabila ditemukan titik api. Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah Karhutla meluas dan meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat serta lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....