Kemarau Diprediksi hingga Desember, BPBD Bone Sebut Wilayah Ini Rawan Kekeringan
- 11 Agt 2026 05:06 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Kabupaten Bone mulai memasuki musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga Desember 2026, sehingga risiko kekeringan dan dampak hidrometeorologi perlu diantisipasi sejak dini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bone kini memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kekurangan air bersih, kebakaran lahan, hingga dampak terhadap pertanian.
Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bone, Muhammad Nur Fajar, mengatakan kondisi tersebut mengacu pada informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi kemarau berlangsung cukup panjang. Menurutnya, BPBD masih terus mengikuti perkembangan informasi cuaca untuk menentukan langkah penanganan yang diperlukan.
“Untuk sekarang saat ini Kabupaten Bone berdasarkan info dari BMKG memang saat ini kita memasuki musim kemarau. Artinya bencana hidrometeorologi atau yang biasa dikenal El Nino, yang mana akan mengalami kemarau yang berkepanjangan,” ujar Muhammad Nur Fajar, Senin 10 Agustus 2026.
Ia menyebutkan, hampir seluruh wilayah Bone memiliki tingkat kerawanan kekeringan yang tinggi berdasarkan dokumen kajian risiko bencana. Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian di antaranya Patimpeng, Ponre, Kahu, Bengo, Sibulue, Awangpone, serta Tanete Riattang Barat dan Tanete Riattang.
“Kalau berdasarkan dokumen kami, dokumen kajian bencana itu memang hampir semua 27 kecamatan memiliki tingkat yang tinggi untuk kekeringan. Tetapi ada wilayah yang kami sementara analisis seperti Patimpeng, Ponre, Kahu, Bengo, Sibulue, Awangpone, Tanete Riattang Barat, dan Tanete Riattang,” jelasnya.
BPBD Bone juga mewaspadai dampak kekeringan terhadap sektor pertanian yang dapat berujung pada gagal panen. Untuk itu, koordinasi dengan Dinas Pertanian dilakukan guna memetakan luas lahan yang terdampak dan menentukan bentuk bantuan yang dapat diberikan kepada petani.
“Untuk para petani gagal panen, kami melakukan koordinasi dengan pihak terkait seperti Dinas Pertanian untuk meminta seberapa luas hektare yang terdampak akibat kekeringan ini. Setelah kami menerima data itu, kami harus mempersiapkan bagaimana melakukan bantuan kepada petani,” katanya.
BPBD Bone mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama terhadap potensi kekurangan air bersih dan kebakaran lahan. Pemerintah daerah juga terus menyiapkan langkah penanganan berdasarkan laporan dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....