Pemkab Sinjai dan BPS Perkuat Tata Kelola Data Desa lewat Program Desa Cantik
- 08 Agt 2026 07:49 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Sinjai - Pemerintah Kabupaten Sinjai terus memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data hingga ke tingkat desa melalui Program Pembinaan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik). Program yang diinisiasi Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut diharapkan mampu mendorong desa menghasilkan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
Komitmen itu ditegaskan dalam Pertemuan Laporan Finalisasi Program Pembinaan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Bulupoddo, Kamis 6 Agustus 2026. Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Andi Himawan, mewakili Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif.
Dalam sambutannya, Andi Himawan menyampaikan apresiasi kepada BPS Kabupaten Sinjai atas komitmennya mendampingi pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas pengelolaan data. Menurutnya, Program Desa Cantik menjadi langkah strategis untuk membangun budaya kerja berbasis data di tingkat desa.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Sinjai, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Badan Pusat Statistik Kabupaten Sinjai atas komitmen dan kerja kerasnya dalam mendampingi desa melalui Program Desa Cinta Statistik," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa di era digital, data merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan. Kebijakan, program pembangunan, hingga pelayanan publik akan lebih efektif apabila disusun berdasarkan data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurut Andi Himawan, Program Desa Cantik tidak hanya meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola data, tetapi juga mendorong pemanfaatan data sebagai dasar perencanaan pembangunan. Selama proses pembinaan, berbagai capaian berhasil diwujudkan, mulai dari peningkatan kapasitas aparatur desa dan agen statistik, penyusunan metadata, pengembangan website desa, hingga penyusunan produk statistik desa.
Ia berharap hasil pembinaan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi budaya kerja yang terus diterapkan oleh pemerintah desa. Data desa diharapkan selalu diperbarui dan dimanfaatkan dalam penyusunan dokumen perencanaan serta penetapan prioritas pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Andi Himawan juga mengajak seluruh perangkat daerah memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan implementasi Satu Data Indonesia di Kabupaten Sinjai. Menurutnya, koordinasi yang baik dan ketersediaan data berkualitas akan menghasilkan kebijakan pembangunan yang lebih efektif, efisien, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....