Pemkab Bone Kerahkan Damkar Suplai Air ke Sawah Kering
- 08 Agt 2026 07:37 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Bone - Musim kemarau panjang yang disertai terik matahari ekstrem mulai menguji ketahanan para petani di Kabupaten Bone. Menghadapi ancaman kekeringan yang melanda sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone mengambil langkah cepat dengan mengerahkan armada Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk menyuplai air ke lahan persawahan.
Pada Jumat, 7 Agustus 2026, armada Damkar diterjunkan langsung ke area persawahan yang terdampak di Kelurahan Macanang dan Kelurahan Mattirowalie, Kecamatan Tanete Riattang Barat. Langkah taktis ini merupakan instruksi langsung dari Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., guna mengantisipasi dampak buruk fenomena El Nino terhadap produktivitas pertanian daerah.
"Kita harus hadir di tengah masyarakat, terutama petani yang sedang menghadapi ancaman kekeringan. Ketahanan pangan harus dijaga. Karena itu, armada Damkar kami kerahkan untuk membantu menyuplai kebutuhan air di sawah yang terdampak El Nino," ujar Bupati Andi Asman.
Bagi para petani, pasokan air tersebut menjadi penentu krusial agar tanaman padi dapat bertahan hidup dan terhindar dari gagal panen. Dengan adanya distribusi air darurat ini, lahan yang sebelumnya mengalami penurunan debit air kini kembali mendapatkan suplai yang memadai.
Selain pengerahan armada Damkar, pemerintah daerah juga mencatat perlunya partisipasi aktif dari seluruh kelompok tani dalam menjaga efisiensi penggunaan air yang tersedia. Langkah kolaboratif ini dinilai sangat efektif untuk meminimalisasi kerugian yang lebih besar akibat perluasan wilayah terdampak kekeringan.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, distribusi air bersih diharapkan mampu menjangkau lebih banyak areal persawahan di wilayah lain yang berisiko tinggi. "Upaya terpadu ini menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas pasokan pangan lokal di tengah tantangan cuaca ekstrem yang masih akan berlangsung," ujarnya.
Selain mengerahkan armada Damkar, Pemkab Bone juga terus mengoptimalkan berbagai langkah mitigasi jangka panjang. Upaya tersebut meliputi pemanfaatan sumur bor, program pompanisasi, serta intensifikasi koordinasi lintas instansi guna memastikan ketersediaan air bersih bagi sektor pertanian selama musim kemarau berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....