Penemuan Kasus TBC Bone Naik 27,23 persen, Skrining Maksimalkan Portable X-Ray

  • 23 Jul 2026 18:56 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Bone - Penemuan kasus Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Bone meningkat seiring masifnya kegiatan tracing yang diintegrasikan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Dinas Kesehatan Kabupaten Bone mencatat penemuan kasus meningkat dari 738 kasus atau 16,77 persen menjadi 934 kasus atau 27,23 persen.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bone, dr. Kasmawar Abbas DK, mengatakan peningkatan penemuan kasus tersebut menunjukkan dampak dari kegiatan tracing TBC yang dilakukan secara serentak di masyarakat. Program ini juga diperkuat dengan pemanfaatan alat Portable X-Ray atau pemeriksaan foto rontgen hibah dari Kementerian Kesehatan.

"Jika melihat trennya, pada bulan lalu penemuan kasus kita berada di posisi 16,77 persen atau sekitar 738 kasus. Namun, dengan kegiatan serentak yang di-launching langsung oleh Bapak Bupati Bone sendiri, sekarang ini kita berada di posisi penemuan kasus 27,23 persen atau sebanyak 934 kasus," jelas Kasmawar, Rabu, 22 Juli 2026.

Menurutnya, peningkatan penemuan kasus tersebut menunjukkan tren kenaikan sekitar lima persen seiring dengan masifnya tracing TBC yang diintegrasikan dengan CKG. Skrining juga diarahkan menjangkau masyarakat di wilayah terpencil yang selama ini memiliki keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan.

dr. Kasmawar mengatakan Kabupaten Bone menjadi daerah pertama di Sulawesi Selatan yang memanfaatkan Portable X-Ray tersebut untuk mendukung skrining TBC. Alat ini akan dioptimalkan dalam kegiatan yang menyasar 299 lokus desa di 27 kecamatan mulai Juli hingga November 2026.

"Penggunaan alat ini diharapkan dapat diakses oleh seluruh masyarakat, terutama yang berada pada daerah-daerah terpencil atau wilayah yang susah terjangkau jaraknya dari Puskesmas wilayah kerja di masing-masing kecamatan," katanya.

Selain tracing TBC, cakupan program CKG di Kabupaten Bone juga terus diperluas. Hingga saat ini, sekitar 151.400 jiwa atau 18 persen dari sasaran telah menjalani pemeriksaan kesehatan, baik dari kalangan masyarakat umum maupun populasi di tingkat sekolah.

Dinkes Bone menargetkan skrining TBC melalui 299 lokus tersebut dapat mempercepat penemuan penderita yang belum terdiagnosis. Dengan semakin banyak kasus ditemukan lebih awal, pasien diharapkan segera mendapatkan pengobatan sehingga risiko penularan, kecacatan, dan kematian akibat TBC dapat ditekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....