Prima Sinjai Masuk Lima Besar SSIC, Tawarkan Investasi Rp120 Miliar
- 23 Jul 2026 08:19 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Sinjai - Proyek Pusat Industri Minyak Ikan Andalan Sinjai (Prima Sinjai) masuk lima besar dokumen investasi terbaik dalam ajang South Sulawesi Investment Challenge (SSIC) 2026. Proyek senilai Rp120 miliar tersebut kini menjalani verifikasi lapangan sebelum ditawarkan kepada calon investor.
Tim Verifikasi Lapangan (Verlap) SSIC 2026 mengunjungi Kabupaten Sinjai untuk memverifikasi dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO) Prima Sinjai di Command Center Kompleks Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Selasa 21 Juli 2026. Tim kemudian meninjau lokasi rencana pembangunan kawasan industri di Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur.
Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, mengatakan proyek tersebut memiliki prospek besar karena didukung potensi perikanan tangkap yang mencapai sekitar 55 ribu ton setiap tahun. Potensi itu dinilai dapat menjadi modal pengembangan industri pengolahan hasil laut sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan.
"Produksi perikanan tangkap di Kabupaten Sinjai mencapai sekitar 55 ribu ton setiap tahun. Potensi ini menjadi kekuatan utama untuk membangun industri minyak ikan yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat," ujar Andi Jefrianto.
Menurutnya, komoditas cakalang, tongkol, dan tuna memiliki peluang untuk diolah menjadi minyak ikan berkualitas. Pengembangan industri tersebut diharapkan memperkuat hilirisasi sektor perikanan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir dan nelayan.
Kepala DPMPTSP Sinjai, Lukman Dahlan, mengatakan pemerintah daerah siap memberikan kemudahan dan kepastian bagi calon investor yang tertarik menanamkan modal. Ia menyebut nilai investasi yang ditawarkan melalui proyek Prima Sinjai mencapai Rp120 miliar.
"Kami ingin memastikan para investor memperoleh kemudahan dalam berusaha di Kabupaten Sinjai. Dengan pelayanan yang semakin baik dan dukungan potensi daerah yang besar, kami optimistis investasi dapat terus tumbuh dan berdampak positif terhadap perekonomian daerah," kata Lukman Dahlan.
Prima Sinjai mengusung konsep Blue Economy dan Zero Waste dengan fokus pada pembangunan industri minyak ikan berkelanjutan. Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan, memperkuat industri hilir, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....