BPBD Sinjai Waspadai Longsor Susulan usai Tanggul Sungai Ambruk
- 11 Mei 2026 13:07 WIB
- Bone
RRI.CO.ID, Sinjai - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sinjai mewaspadai potensi longsor susulan setelah tanggul penahan tebing Sungai Bontompare di Jalan Stadion Mini, Kecamatan Sinjai Utara, ambruk sepanjang sekitar 12 meter, Minggu 10 Mei 2026. Longsor terjadi akibat derasnya arus sungai usai hujan mengguyur wilayah Sinjai sejak Sabtu malam.
Analis Kebencanaan BPBD Sinjai, Andi Octave Amir menjelaskan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi sejak Sabtu pukul 19.00 WITA hingga Minggu pukul 10.00 WITA. Kondisi tersebut menyebabkan debit air Sungai Bontompare meningkat dan mengikis talud penahan tebing sungai. “Arus air deras mengikis tanggul penahan tanah sehingga bangunan yang berada di atasnya longsor dan ambruk pada bagian belakang rumah serta dapur,” ujarnya, Senin, 11 Mei 2026.
BPBD mencatat, talud penahan tebing sungai dengan panjang sekitar 12 meter dan tinggi sekitar 5 meter mengalami rusak berat akibat gerusan air. Longsor juga mengakibatkan tanah di bawah bangunan warga terkikis dan mengancam dua bangunan di sekitar lokasi kejadian.
Dua bangunan yang terdampak masing-masing satu unit rumah walet dan satu rumah warga milik Semin (62) yang dihuni satu kepala keluarga dengan dua jiwa. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun pengungsi dalam peristiwa tersebut.
Menurut Andi Octave, kondisi bangunan di sekitar lokasi saat ini masih rawan apabila terjadi hujan susulan dengan intensitas tinggi. BPBD pun mengimbau warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan. “Kalau memang rumah masih ditempati, sebaiknya mengungsi dulu untuk mencegah potensi kejadian susulan,” katanya.
BPBD Sinjai telah melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi kejadian serta melaporkan peristiwa tersebut kepada BPBD Provinsi Sulawesi Selatan dan BNPB. Selain itu, masyarakat juga diminta terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan BPBD.
Sebelumnya diberitakan, Semin mengaku dapur rumahnya ambruk saat dirinya bersama sang istri sedang berada di pasar. Selain merusak dapur, longsor juga menghanyutkan sejumlah perabot rumah tangga dan bawang dagangan miliknya. “Hujan memang lebat, air penuh di belakang rumah. Pondasi sungai runtuh semua sehingga rumah ikut miring,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....