Pemkab Sinjai Siapkan Mitigasi Hadapi Kemarau Panjang 2026

  • 21 Apr 2026 16:44 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID, Sinjai - Pemerintah Kabupaten Sinjai mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang tahun 2026 yang diprediksi berdampak pada sektor pertanian. Upaya ini dilakukan setelah Bupati Sinjai, Ratnawati Arif, mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI, Senin, 20 April 2026.

Rakornas tersebut menyoroti potensi kekeringan ekstrem berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang memperkirakan durasi kemarau lebih panjang dari biasanya. Kondisi ini dinilai berisiko terhadap stabilitas produksi pangan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Sinjai.

Bupati Ratnawati menegaskan, hasil Rakornas menjadi pijakan penting bagi pemerintah daerah untuk bergerak cepat menyusun langkah mitigasi yang konkret. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar dampak kemarau dapat ditekan sejak awal. “Ini menjadi acuan bagi kami untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan menyiapkan langkah terpadu agar dampak kemarau panjang bisa ditekan,” ujarnya.

Data Pemkab Sinjai mencatat luas panen padi pada 2024 mencapai 22.436 hektare, dengan total potensi lahan pertanian sekitar 23.000 hektare. Besarnya potensi tersebut membuat sektor pertanian menjadi prioritas utama dalam upaya perlindungan dari ancaman perubahan iklim.

Sejumlah langkah strategis disiapkan, mulai dari pendampingan intensif kepada petani, menjaga produktivitas lahan, hingga penguatan infrastruktur irigasi. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah pusat juga akan diperkuat untuk memastikan dukungan kebijakan dan sumber daya berjalan optimal. “Semoga upaya terpadu ini mampu meminimalkan risiko penurunan produksi pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan daerah di tengah potensi kemarau panjang,” harapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....