Pemkab Bone Catat Belasan Ribu Anak Putus Sekolah di Bone

  • 09 Feb 2026 18:56 WIB
  •  Bone

RRI.CO.ID,  Bone - Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan melalui kebijakan yang terarah, berbasis data, dan kolaboratif. Berdasarkan data awal Dapodik, jumlah Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Bone sebelumnya tercatat lebih dari 40 ribu anak.

Namun, setelah dilakukan validasi by name by address, angka tersebut menyusut menjadi sekitar 12 ribu hingga 17 ribu anak usia sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMA. Anak Tidak Sekolah ini tersebar di seluruh jenjang pendidikan, dengan konsentrasi tertinggi berada di wilayah pedesaan dan kantong-kantong kemiskinan.

Bupati Andi Asman Sulaiman menyebutkan, sejumlah faktor menjadi penyebab anak putus sekolah atau tidak mengenyam pendidikan, di antaranya keterbatasan ekonomi, anak yang harus bekerja membantu keluarga, jauhnya akses ke sekolah, serta rendahnya motivasi melanjutkan pendidikan.

"Jika tidak ditangani secara serius, persoalan ini berpotensi berkembang menjadi masalah sosial di masa mendatang," ujar Andi Asman, Senin, 9 Februari 2026. 

Sebagai arah kebijakan, Pemerintah Kabupaten Bone memprioritaskan pengembalian Anak Tidak Sekolah ke layanan pendidikan formal maupun nonformal dengan mengacu pada data Dapodik yang telah tervalidasi. Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi salah satu solusi untuk menampung anak-anak dari keluarga miskin dan wilayah yang sulit dijangkau layanan pendidikan.

"Berbagai langkah strategis telah dilakukan, di antaranya melalui Gerakan Lisu Massikola atau Gerlimas, yang secara aktif melakukan penjangkauan langsung ke rumah-rumah warga untuk mengembalikan anak ke sekolah atau ke Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, PKBM," ucapnya.

Pemerintah daerah juga memberikan subsidi dan bantuan pendidikan berupa pembiayaan sekolah serta perlengkapan belajar. Selain itu, jalur pendidikan nonformal seperti PKBM serta program Paket A, B, dan C dioptimalkan bagi anak-anak yang tidak memungkinkan kembali ke sekolah formal.

"Upaya ini diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor antara Dinas Pendidikan, pemerintah kecamatan dan desa, PKBM, serta mitra terkait lainnya," ujarnya.

Bupati Andi Asman Sulaiman menegaskan, pemutakhiran data Dapodik harus dilakukan secara berkelanjutan agar setiap intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran.

Dengan intervensi yang terfokus, berkelanjutan, dan kolaboratif, Pemerintah Kabupaten Bone optimistis angka Anak Tidak Sekolah akan terus menurun, sehingga seluruh anak dapat kembali mengenyam pendidikan dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Rekomendasi Berita