Komplek Makam Belanda di Kebun Raya Bogor Situs Sejarah di Kota Bogor

  • 24 Apr 2024 09:24 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor : Terletak di tengah rimbun rumpun bambu yang menjulang di Kebun Raya Bogor, terdapat sebuah kompleks pemakaman yang menyimpan kisah perjalanan hidup para pejabat, ilmuwan, dan bangsawan Hindia Belanda yang pernah tinggal di Bogor.

Memasuki gerbang Makam Belanda, pengunjung akan disambut dengan suasana tenang dan sejuk. Nisan-nisan putih berdiri kokoh, terpahat nama-nama dan ukiran yang menceritakan kisah hidup mereka di masa lampau.

Dilansir dari situs Kebun Raya Bogor, Komplek pemakaman ini telah ada di Kebun Raya Bogor jauh sebelum Caspar Georg Karl Reinwardt pendiri sekaligus pemimpin pertama Kebun Raya Bogor pada tahun 1817, meresmikan pembukaan Kebun Raya Bogor.

Makam Belanda menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi lebih dari 42 orang Eropa yang meninggal di Bogor.

Nisan-nisan di Makam Belanda ini menghadirkan berbagai desain dan arsitektur yang menarik. Beberapa nisan memiliki ukiran yang rumit dan patung-patung yang menggambarkan profesi atau status sosial pemiliknya.

Terdapat nama-nama terkenal seperti diantaranya D.J. de ee Erens, beliau adalah seorang gubernur jendral yang menjabat tahun 1836 - 1840, Mr. Ary Prins, yaitu seorang ahli hukum yang pernah dua kali menjadi pejabat sementara sebagai gubernur jendral Hindia Belanda.

Selain itu ada pula dua orang ahli Biologi yang meninggal pada sekitar tahun 1820-an dalam usia muda, namun keduanya dikuburkan dalam satu makam. Mereka adalah Heinrich Kuhl dan J.C. Van Hasselt.

Jasad dua ahli Biologi ini dimakamkan dalam satu liang lahat. Kuhl yang berasal dari Jerman meninggal lebih dahulu pada usia 23 di tahun 1821, sedangkan Hasselt dari Belanda wafat dua tahun kemudian di usia 44 tahun.

Mereka dimakamkan dalam satu liang lahat sebagai tanda ikatan persahabatan yang abadi sampai akhir hayat.

Batu nisan tertua di kompleks ini adalah milik Cornelis Potmans, seorang administrator toko obat berkebangsaan Belanda yang meninggal pada tahun 1784.

Makam Belanda ini menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia. Keberadaannya menjadi pengingat akan masa lalu, dan pentingnya untuk terus belajar dan melestarikan sejarah bangsa.



Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....