Sepak Bola Jadi Magnet Pariwisata, Lima Negara Ini Bersinar Berkat Piala Dunia 2026

  • 01 Agt 2026 20:51 WIB
  •  Bogor
Poin Utama
  • Piala Dunia 2026 mendorong tren wisata global, dengan meningkatnya pencarian destinasi, budaya, dan kuliner negara-negara peserta berdasarkan data Google Trends.
  • Lima negara menjadi sorotan wisatawan, yakni Tanjung Verde (Cape Verde), Curaçao, Maroko, Norwegia, dan Skotlandia, berkat performa tim nasional maupun daya tarik budaya yang ditampilkan selama turnamen.
  • Ajang olahraga turut menggerakkan sektor pariwisata, memperkenalkan keindahan alam, kuliner khas, serta warisan budaya negara peserta kepada masyarakat dunia dan memicu minat untuk berkunjung.

RRI.CO.ID, Bogor - Piala Dunia FIFA 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan sengit di lapangan hijau, tetapi juga mendorong meningkatnya minat masyarakat dunia terhadap destinasi wisata negara-negara peserta. Data Google Trends pada pertengahan Juli 2026 menunjukkan pencarian terkait penerbangan, budaya, hingga kuliner beberapa negara melonjak.

Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa sepak bola mampu menjadi pintu masuk bagi wisatawan untuk mengenal lebih jauh budaya dan keunikan suatu negara. Berikut lima destinasi yang sedang menjadi sorotan selama dan setelah gelaran Piala Dunia 2026.

• Tanjung Verde (Cape Verde)

Tanjung Verde menjadi salah satu kejutan terbesar setelah tim nasionalnya tampil impresif pada debut di Piala Dunia. Lonjakan pencarian penerbangan ke negara kepulauan di Afrika Barat itu bahkan mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah menurut Google Trends.

Negara yang terdiri atas 10 pulau vulkanik tersebut menawarkan pantai berpasir putih, pegunungan, hingga kota budaya seperti Praia dan Mindelo. Wisatawan juga dapat mencicipi hidangan khas seperti cachupa, aneka seafood, serta minuman tradisional grogue.

• Curaçao

Pulau Curaçao di kawasan Karibia ikut menarik perhatian berkat keindahan pantai serta bangunan kolonial Belanda yang berwarna-warni. Willemstad yang berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan.

Selain wisata pantai, Curaçao dikenal sebagai surga bagi penyelam dan pencinta snorkeling. Kuliner khas seperti keshi yena, kabritu stoba, hingga minuman Blue Curaçao juga menjadi daya tarik tersendiri.

• Maroko

Popularitas Maroko meningkat setelah menjadi tim Afrika pertama yang mampu mencapai perempat final dalam dua edisi Piala Dunia secara beruntun, yakni 2022 dan 2026. Pencarian mengenai negara tersebut meningkat sekitar 170 persen sejak turnamen dimulai.

Maroko menawarkan beragam destinasi mulai dari Marrakech yang penuh pasar tradisional hingga Chefchaouen yang terkenal dengan bangunan bercat biru. Wisatawan juga dapat menikmati pengalaman bermalam di Gurun Sahara sambil mencicipi hidangan khas seperti tagine dan couscous.

• Norwegia

Norwegia tidak hanya mencuri perhatian lewat penampilan tim nasionalnya, tetapi juga melalui budaya dan kuliner yang ikut menjadi perbincangan selama Piala Dunia. Minat terhadap makanan khas Norwegia meningkat sekitar 135 persen, termasuk keju cokelat Brunost yang menjadi salah satu produk paling banyak dicari.

Negara Skandinavia tersebut menawarkan keindahan fjord, pegunungan, hingga fenomena aurora borealis di wilayah utara. Kota Oslo, Bergen, dan Tromsø menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati alam sekaligus budaya Nordik.

• Skotlandia

Skotlandia juga berhasil mencuri perhatian berkat semangat para suporternya yang dikenal sebagai Tartan Army. Parade bagpipe menuju stadion menjadi salah satu atraksi yang paling banyak dibicarakan sepanjang turnamen.

Di luar sepak bola, Skotlandia memiliki beragam destinasi menarik seperti Edinburgh, Glasgow, Highlands, Loch Ness, hingga Isle of Skye. Negara ini juga terkenal dengan hidangan tradisional haggis, sup Scotch broth, serta whisky yang telah mendunia.

Meningkatnya minat terhadap lima negara tersebut menunjukkan bahwa ajang olahraga terbesar di dunia mampu memberikan dampak lebih luas dibanding sekadar pertandingan sepak bola. Piala Dunia 2026 menjadi momentum yang mendorong promosi budaya, kuliner, dan pariwisata berbagai negara kepada masyarakat global bahkan setelah usai penyelenggaraannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....