Jalur Pendakian Gunung Salak Via Ajisaka Tamansari Sudah Berstandar Nasional.
- 23 Jun 2026 11:52 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) bersama Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kementerian Kehutanan, Yayasan Gunung Parama Indonesia, Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI), CV Siliwangi Adventure, Pemerintah Desa Tamansari, serta sejumlah pemangku kepentingan mendeklarasikan komitmen kolaborasi pengembangan Jalur Pendakian Ajisaka berstandar nasional.
Kepala Balai TNGHS, Didid Sulastiyo membeberkan, Deklarasi yang digelar di Pintu Pendakian Ajisaka, Gunung Salak, Bogor, menjadi langkah awal untuk mewujudkan jalur pendakian yang aman, berkualitas, lestari, transparan dan inklusif.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari Program Bedah Gunung yang diinisiasi Kementerian Kehutanan guna meningkatkan tata kelola wisata pendakian di kawasan konservasi. Sebagai tindak lanjut, para pihak akan melakukan audit Jalur Ajisaka berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 8748:2019 tentang Pengelolaan Pendakian Gunung.
Hasil audit akan menjadi dasar penataan jalur, peningkatan aspek keselamatan, penyediaan fasilitas pendukung, hingga penerapan digitalisasi layanan pendakian.
Kepala Balai TNGHS, Didid Sulastiyo, menegaskan pengembangan wisata pendakian harus tetap sejalan dengan fungsi konservasi kawasan.
"Kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan tata kelola pendakian yang profesional, berstandar nasional dan berkelanjutan di Gunung Salak," kata Didid Sulastiyo, Selasa 23 Juni 2026.
Dilokasi yang sama, Kepala Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Wisata Alam Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kementerian Kehutanan, Johan Setiawan menyampaikan, bahwa Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan mendukung upaya Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak dalam meningkatkan kualitas tata kelola wisata pendakian melalui Program Bedah Gunung.
"Kami mendukung upaya Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak dalam mengembangkan Jalur Ajisaka menjadi jalur pendakian yang aman, berkualitas, berstandar nasional, dan tetap menjaga fungsi konservasi kawasan," jelasnya.
Program Bedah Gunung bertujuan mendorong peningkatan kualitas pengelolaan wisata pendakian melalui penerapan standar, penguatan kapasitas pengelola, peningkatan keselamatan, dan pelibatan berbagai pemangku kepentingan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....