Antusiasme Masyarakat Nobar Film 100 Tahun Kopi BahSipit

  • 06 Des 2025 22:14 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor : Perayaan 100 tahun Kopi Bah Sipit digelar meriah di Kelurahan Empang, Bogor Selatan, Sabtu (6/12/2025). Acara ini menghadirkan ratusan peserta dari berbagai komunitas seni, sejarah, dan pecinta kopi, sekaligus menegaskan peran kopi sebagai simbol toleransi di masyarakat.

Pemilik Kopi Mbah Sipit, Teh Nancy, mengungkapkan kebahagiaannya melihat antusiasme warga.

“Kami merasa terhormat bisa merayakan 100 tahun Kopi Bah Sipit bersama masyarakat. Lebih dari sekadar kopi, ini tentang menjaga persahabatan dan toleransi di Empang,” ujarnya.

Acara menyoroti sejarah dan jejak Bah Sipit sejak berdiri pada 1925. Sejarawan Abdullah Batarfie dan keluarga pendiri, Uniarti Kosasih, membagikan cerita tentang bagaimana toleransi menjadi fondasi usaha kopi ini.

Dalam agenda itu juga mengkisahkan persahabatan lintas generasi. Cucu sahabat Bah Sipit, Ismail Bavadal, menekankan pentingnya memelihara tradisi harmoni di Empang. Camat Bogor Selatan, Irman Khaerudin, memberikan apresiasi atas upaya dokumenter ini dalam menjaga kearifan lokal.

Terkait proses kreatif pembuatan film dokumenter. Harley B. Sastha, Ketua Tim Produksi Baraka Bumi, menyampaikan, bahwa dirinya ingin menangkap esensi 100 tahun Kopi Bah Sipit.

“bukan hanya sebagai bisnis, tetapi sebagai pengikat sosial yang menumbuhkan toleransi di masyarakat,” ujarnyaX

Selain pemutaran film, festival ini menampilkan berbagai kegiatan kreatif dari komunitas lokal, seperti Bogor Sketcher, Jalan Pagi Sejarah, Napaktilas, dan Bogor Historia. Peserta juga ikut berdiskusi, mendokumentasikan, dan merayakan sejarah kopi legendaris ini.

Perayaan ini tidak hanya mengenang kopi sebagai minuman tradisi, tetapi juga menegaskan nilai sosialnya.

“Kopi Bah Sipit telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Empang, mengajarkan kita bahwa rasa manisnya persahabatan sebanding dengan aroma kopi yang diseduh,” kata Teh Nancy.

Harley B. Sastha menutup perbincangan, Melalui film ini, berharap masyarakat, khususnya generasi muda.

"memahami bahwa kopi bisa menjadi media pelestarian budaya sekaligus penguat toleransi antarwarga,” jelas Harley.

Acara nobar 100 tahun Kopi Bah Sipit menjadi bukti nyata bahwa kopi tidak hanya soal rasa, tetapi juga tentang persaudaraan dan keberagaman yang harmonis di Empang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....