Eksplorasi Alam, Budaya, dan Sejarah ala Desa Malasari
- 16 Jun 2025 20:21 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor : Desa Wisata Malasari, yang terletak di lereng Gunung Halimun Salak, Kecamatan Nanggung, menjadi salah satu daya tarik utama dalam pameran Kabogorfest 2025. Menampilkan konsep wisata yang menggabungkan keindahan alam dan kekayaan budaya, Malasari menawarkan pengalaman wisata yang komprehensif, menyentuh aspek lingkungan, edukasi, dan spiritualitas.
"Kami memiliki program 'Petualangan Halimun' yang mengajak para pengunjung menjelajahi jalur pendakian di hutan hujan tropis Halimun, menyaksikan langsung keanekaragaman flora dan fauna endemik. Selain itu, ada program 'Pengalaman Halimun Lemur' yang lebih fokus pada aspek sosio-kultural masyarakat adat setempat, termasuk tradisi pertanian, kesenian tradisional degung Halimun, pencak silat, dan jaipong," jelas Kepala Desa Wisata Malasari, Hamdan Yuwafi, Senin (16/6/2025).
Lebih dari itu, Malasari juga memiliki nilai sejarah yang tinggi. Salah satu tempat bersejarah di desa ini adalah rumah pendopo Bupati pertama Kabupaten Bogor, yang kini menjadi situs bersejarah yang dapat dikunjungi. Keikutsertaan Malasari dalam Kabogorfest 2025 merupakan strategi efektif untuk mempromosikan potensi desa yang masih alami dan kaya akan nilai-nilai tradisional.
"Kami menyampaikan rasa terima kasih kepada Bapak Bupati Bogor yang baru-baru ini mengunjungi desa kami dan berkomitmen untuk membangun akses jalan menuju Malasari. Proyek pembangunan jalan tersebut telah dimulai. Dengan aksesibilitas yang lebih baik, jumlah wisatawan yang berkunjung ke desa kami tentu akan meningkat," tambah Hamdan.
Menanggapi penyelenggaraan Hari Jadi Bogor (HJB) tahun ini, Hamdan memberikan apresiasi yang tinggi.
"HJB tahun ini luar biasa. Kami dari desa wisata merasa diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri kepada khalayak yang lebih luas, termasuk dari luar daerah. Banyak orang yang belum mengetahui keberadaan desa seperti Malasari yang masih memegang teguh kearifan lokal," katanya.
Ia berharap HJB di masa mendatang akan lebih meriah dan memberikan lebih banyak peluang bagi desa-desa wisata lainnya.
"Ini bukan hanya sekadar pameran, tetapi juga kesempatan untuk memahami pasar, memperluas jaringan, dan meningkatkan perekonomian masyarakat berbasis pariwisata," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....