Perluasan Pangsa Pasar Jadi Strategi Perhotelan Hadapi Pelemahan Ekonomi
- 27 Apr 2025 16:31 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor: Pengelola tempat penginapan dan pariwisata di Kabupaten Bogor, memutar otak untuk bisa bertahan di tengah menurunnya daya beli masyarakat dan kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah. Diketahui kebijakan itu sedikit banyak berdampak pada dunia pariwisata dan perhotelan khususnya di Kabupaten Bogor, dengan menurunnya jumlah okupansi dan berkurangnya agenda rapat pemerintahan, karena dilakukan pembatasan.
Like Natalia salah seorang pemilik dan pengelola Villa Genteng di wilayah Cigombong, Kabupaten Bogor mengungkapkan, kebijakan efisiensi yang dilakukan pemerintah justru tidak berdampak terhadap okupansi di resortnya. Karena memang pangsa pasar dari resortnya bukan dari instansi pemerintahan. Tetapi yang cukup dirasakan ialah segmentasi pasar keluarga, dimana adanya gejolak ekonomi yang dirasakan hampir merata seluruh masyarakat, membuat okupansinya menurun terutama pada masa libur panjang.
“(Dampaknya) sedikit saja karena saya tidak merasakan dampaknya dari (agenda rapat pemerintahan) karena memang bukan pangsa pasar utama kami ya. Tetapi mungkin ada penurunan itu biasanya di high season itu kita memang biasanya banyak, karena sekarang krisis ekonominya merata sekarang jadi itu yang cukup terdampak. Biasanya keluarga banyak, sekarang berkurang, tapi kalau dampak dari meeting perkantoran atau instansi pemerintah itu tidak berdampak,” ungkap Like, Minggu (27/4/2025).
Like menyebut, untuk menyikapi kondisi itu pihaknya menyiapkan sejumlah strategi agar bisnisnya bisa terus bertahan. Ia melakukan perluasan pangsa pasar, hingga memberikan fleksibilitas kepada konsumen untuk bisa memilih paket liburan apa yang diinginkan.

“Supaya kita bisa survive bertahan di kondisi saat ini yang perekonomian kita butuh banyak efisiensi atas instruksi pemerintah paling kami menyiasatinya sebagai pemilik hotel dan venue di resort Villa Genteng kita membuat banyak paket kegiatan yang bisa dipilih customer, pangsa pasarnya kita luaskan memang sejak awal kita sudah lakukan dan tidak khusus pada satu jenis klien,” terangnya.
“Kita siap menerima segala jenis tamu, yang mau menginap bisa, gathering, wedding, camping, bisa bahkan kita juga ada edutrip untuk menggarap pasar sekolah dan kampus,” tambahnya.
Seperti diketahui Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) beberapa waktu lalu mengungkapkan adanya indikasi penurunan okupansi perhotelan yang terjadi di Indonesia, di momen libur akhir pekan dan libur panjang.
Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani menyebut pada momen libur lebaran 2025 saja, penurunan okupansi hampir dirasakan di seluruh wilayah hingga mencapai 20 persen. Dirinya menduga kondisi ini disebabkan faktor melemahnya perekonomian yang berdampak pada turunnya daya beli masyarakat khususnya pada masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah.
“Itu sempat saya cek ya. Memang turun rata-rata sekitar 20 persen dari tahun lalu,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....