Dosen IPB University Soroti Lebaran dan Potensi Lonjakan Sampah Makanan

  • 24 Mar 2026 20:52 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor - Di tengah hangatnya tradisi silaturahmi dan berbagi jamuan saat Idulfitri, muncul persoalan yang kerap luput dari perhatian yakni terjadinya lonjakan sampah makanan. Niat untuk memuliakan tamu dengan menyediakan hidangan berlimpah justru sering berujung pada pemborosan makanan.

Doaen Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, Dr. Meti Ekayani memberikan sorotan terhadap potensi lonjakan sampah makanan pasca Idulfitri. Menurutnya saat ini sistem pengelolaan sampah makanan dinilai belum berjalan efektif.

“Kalau ditanya penyebabnya, sebenarnya ada dua hal, budaya konsumsi masyarakat dan sistem pengelolaan sampah yang belum efektif,” ujar Dosen Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, Dr Meti Ekayani, Selasa 24 Maret 2026.

Dalam budaya masyarakat Indonesia yang juga banyak dijumpai di negara Asia dan Timur Tengah, menyediakan makanan berlimpah sering dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada tamu. Akibatnya, banyak rumah tangga menyiapkan hidangan jauh melebihi kebutuhan.

Kondisi ini semakin diperparah oleh minimnya perencanaan konsumsi di tingkat rumah tangga. Banyak keluarga memasak atau membeli makanan tanpa memperhitungkan jumlah anggota keluarga yang benar-benar akan makan di rumah.

“Misalnya di rumah ada lima orang, tapi ternyata tiga orang berbuka puasa di luar. Akhirnya makanan yang sudah disiapkan menjadi berlebih,” ungkapnya.

Dr Meti juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang belum terbiasa memilah sampah. Ketika sampah makanan tercampur dengan sampah anorganik seperti kertas atau plastik, material yang sebenarnya masih memiliki nilai ekonomi menjadi rusak dan tidak dapat dimanfaatkan kembali.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....