Program Dahsat Bogor Perkuat Upaya Tekan Risiko Stunting
- 30 Jan 2026 08:41 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Upaya penurunan stunting terus diperkuat melalui Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat), termasuk di Kota Bogor. Program ini dirancang sebagai solusi berbasis komunitas untuk meningkatkan asupan gizi kelompok rentan.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, meninjau pelaksanaan Dahsat di Kampung KB Bakti Mulia, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Rabu, 28 Januari 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia melihat langsung proses memasak hingga penyiapan paket makanan bergizi.
Dahsat di Kota Bogor dijalankan oleh DPPKB bekerja sama dengan kelompok masyarakat setempat, sebagai bagian dari inisiasi Kemendukbangga/BKKBN.
“Ini merupakan uji coba selama dua bulan di Kota Bogor untuk memastikan keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah dicanangkan Presiden. Program Dahsat ini di luar MBG dan dikelola oleh ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok Dahsat,” ujar Wihaji.
Ia menerangkan bahwa program ini berfokus pada pemenuhan standar gizi sesuai regulasi pemerintah. Selain itu, Dahsat juga mendorong peran aktif warga dalam menyediakan makanan sehat di lingkungannya.
“Kedua, memastikan bahwa masih ada sebagian ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD yang belum terjangkau oleh SPPG. Di wilayah ini, makanan dimasak oleh ibu-ibu dengan pendampingan tenaga ahli dari puskesmas untuk memastikan asupan gizi sesuai kebutuhan. Ini penting agar berbeda dengan makanan bagi anak sekolah,” jelasnya.
Menurut Wihaji, distribusi makanan harus tepat sasaran agar berdampak pada perbaikan status gizi. “Di Indonesia, uji coba baru dilakukan di Kota Bogor. Pemkot Bogor sangat mendukung. Ke depan akan dilaksanakan di daerah lain,” ungkapnya.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menambahkan bahwa kegiatan serupa sudah berjalan sebelumnya meski masih terbatas.
“Program Dahsat sudah berjalan di Kota Bogor, namun selama ini hanya sekitar 20 porsi dan hanya setiap 10 hari sekali. Mudah-mudahan dapat berjalan konsisten. Tentu akan kami evaluasi pelaksanaannya di lapangan dan program ini tidak dalam konteks menyaingi MBG,” ujar Jenal Mutaqin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....