Euforia Piala Dunia 2026, Harga Tiket Melonjak Tajam

  • 12 Feb 2026 14:25 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor: Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak tajam di platform penjualan kembali resmi FIFA dan memicu gelombang perhatian dari penggemar sepak bola dunia. Kenaikan harga ini terjadi tak lama setelah fase penjualan utama berakhir pada Januari 2026 lalu.

Fenomena tersebut memperlihatkan perbedaan mencolok antara harga awal dan harga di pasar sekunder. Banyak kursi dijual kembali dengan banderol berkali-kali lipat dari nilai aslinya, meski tiket baru saja didistribusikan kepada pembeli resmi.

Untuk laga pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan di Stadion Azteca, satu kursi kategori tiga yang berada di tribun atas ditawarkan lebih dari 5.000 dolar AS. Padahal, harga awal tiket tersebut tidak sampai 1.000 dolar AS saat pertama kali dilepas ke publik.

Lonjakan lebih ekstrem terlihat pada partai final yang akan digelar di East Rutherford, New Jersey. Kursi kategori tiga untuk laga puncak itu tercatat dipasarkan hingga di atas 140 ribu dolar AS, atau puluhan kali lipat dibanding harga aslinya.

Bahkan tiket termurah untuk pertandingan final di platform tersebut tetap berada di angka yang sangat tinggi, mendekati 10 ribu dolar AS. Nominal ini membuat laga puncak Piala Dunia terasa semakin eksklusif dan sulit dijangkau sebagian besar penggemar.

Meski demikian, terdapat beberapa pengecualian di mana harga tiket justru turun dari nilai awal. Salah satunya terjadi pada pertandingan fase grup antara Austria dan Yordania di California, yang dijual lebih rendah dibanding harga beli pertama.

Kondisi ini mempertegas kekhawatiran lama mengenai praktik pembelian tiket untuk tujuan dijual kembali. Sejak pengundian turnamen pada Desember, isu spekulasi dan perburuan tiket oleh pihak tertentu telah menjadi sorotan.

Di sisi lain, tingginya harga tidak menyurutkan minat publik. FIFA mencatat ratusan juta permintaan tiket dari seluruh dunia, menunjukkan besarnya antusiasme terhadap turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.

FIFA sendiri menyatakan hanya berperan sebagai perantara dalam platform penjualan kembali dengan mengambil komisi tertentu. Penentuan harga sepenuhnya berada di tangan pemilik tiket yang menjual kembali.

Regulasi terkait penjualan kembali juga berbeda di tiap negara tuan rumah. Amerika Serikat dan Kanada tidak memiliki aturan khusus yang membatasi harga jual kembali, sementara Meksiko melarang penjualan di atas harga asli dengan ketentuan tertentu.

Kontroversi harga tiket ini akhirnya menjadi salah satu isu paling hangat menjelang Piala Dunia 2026. Walau tersedia sebagian kecil tiket dengan harga lebih terjangkau untuk kelompok suporter resmi, banyak pihak menilai langkah tersebut belum cukup menjawab persoalan aksesibilitas bagi penggemar sejati.

Menjelang fase penjualan terakhir yang akan dibuka mulai April 2026 dengan sistem siapa cepat dia dapat, perhatian publik kini tertuju pada kebijakan harga yang diterapkan. FIFA menyebut menggunakan mekanisme harga variabel berdasarkan permintaan dan ketersediaan, namun menegaskan tidak menerapkan sistem harga dinamis otomatis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....