Buntut Insiden Kembang Api, Suporter Inter Milan Disanksi

  • 04 Feb 2026 18:53 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Otoritas Italia resmi menjatuhkan larangan bagi suporter Inter Milan untuk menghadiri tiga pertandingan tandang berikutnya di Serie A. Keputusan ini diambil menyusul insiden pelemparan kembang api yang melukai penjaga gawang Cremonese keturunan Indonesia, Emil Audero.

Larangan tersebut membuat Interisti, julukan pendukung Inter Milan, tidak diperkenankan membeli tiket atau mengisi tribun tamu saat tim kesayangannya bertandang ke markas Sassuolo, Lecce, dan Fiorentina. Selain itu, warga wilayah Lombardia juga dilarang membeli tiket untuk laga-laga tersebut.

Dikutip dari laman Football Italia, kebijakan ini diumumkan oleh Menteri Dalam Negeri Italia dan berlaku hingga 23 Maret mendatang. Dengan keputusan tersebut, I Nerazzuri dipastikan tampil tanpa dukungan suporter di sektor tandang dalam tiga pertandingan Serie A tersebut.

Insiden yang melatarbelakangi sanksi ini terjadi saat Inter menghadapi Cremonese pada akhir pekan lalu. Dalam pertandingan tersebut, kiper Cremonese Emil Audero terkena suar yang dilempar dari area tribun tamu.

Akibat kejadian itu, pertandingan sempat dihentikan beberapa menit. Meski mengalami luka ringan dan bekas terbakar di bagian kaki, Audero tetap melanjutkan pertandingan hingga selesai.

Media Italia melaporkan bahwa pelaku pelemparan kembang api telah berhasil diidentifikasi oleh pihak berwenang. Pelaku tersebut juga dilaporkan mengalami cedera serius pada tangannya saat melempar suar kedua tidak lama setelah insiden pertama.

Meski dikenai larangan laga tandang, Interisti tetap diizinkan hadir pada laga derbi melawan AC Milan pada 8 Maret mendatang. Hal ini karena pertandingan tersebut tidak melibatkan perjalanan suporter ke luar kota Milan.

Selain larangan bagi suporter, Inter masih berpotensi menerima sanksi tambahan dari otoritas sepak bola Italia. Keputusan lanjutan dari Hakim Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dijadwalkan akan diumumkan dalam waktu dekat, termasuk kemungkinan denda dan pembatasan tambahan bagi suporter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....