Arsenal Lepas Sponsor "Visit Rwanda" Usai Delapan Musim
- 19 Nov 2025 23:44 WIB
- Bogor
KBRN, Bogor: Arsenal dipastikan mengakhiri kemitraannya dengan Rwanda pada akhir musim 2015/2026 nanti, sebuah keputusan yang diumumkan oleh Dewan Pembangunan Rwanda pada Rabu (19/11/2025). Kerja sama bertajuk Visit Rwanda yang telah berlangsung selama delapan musim ini berakhir di tengah meningkatnya tekanan publik dan kritik internasional.
Program Visit Rwanda sebelumnya menjadi salah satu kampanye pariwisata paling menonjol dalam dunia olahraga, dengan logo negara Afrika tersebut terpasang di lengan jersey pemain Arsenal. Namun, hubungan ini semakin dikritik akibat memanasnya konflik di wilayah timur Republik Demokratik Kongo (DRC), yang berbatasan langsung dengan Rwanda dan kaya akan sumber daya mineral.
Pemerintah DRC menuduh Rwanda memberikan dukungan militer kepada kelompok bersenjata M23, yang sejak 2021 kembali melancarkan perlawanan dan menguasai sejumlah wilayah. Konflik berkepanjangan tersebut telah menewaskan ribuan warga dan memicu gelombang krisis kemanusiaan. Meski demikian, upaya perdamaian mulai terlihat dengan adanya kesepakatan gencatan senjata serta kerangka perdamaian yang ditandatangani dalam beberapa bulan terakhir.
Tekanan untuk mengakhiri kemitraan semakin kuat pada April lalu ketika para suporter Arsenal melakukan aksi protes, menyoroti ketidaktepatan kerja sama tersebut di tengah isu kemanusiaan yang memburuk.
Dalam pernyataannya, Dewan Pembangunan Rwanda mengatakan bahwa kedua pihak sepakat untuk menutup kolaborasi yang telah berlangsung hampir satu dekade itu. “Arsenal dan Dewan Pembangunan Rwanda telah sepakat secara bersama untuk mengakhiri kemitraan mereka pada akhir musim ini,” ujar lembaga tersebut, menegaskan bahwa kerja sama itu merupakan sejarah sebagai mitra resmi lengan jersey pertama Arsenal.
Meski hubungan dengan Arsenal berakhir, Rwanda masih mempertahankan kemitraan mereka dengan sejumlah klub Eropa ternama lainnya, termasuk Paris Saint-Germain, Bayern Munich, dan Atletico Madrid.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....