Nusantara Open 2025: Lahirnya Bibit Unggul Sepak Bola

  • 26 Agt 2025 11:48 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor : Bupati Bogor, Rudy Susmanto, turut hadir dalam pembukaan turnamen sepak bola Nusantara Open 2025 di Garudayaksa Football Academy, Kabupaten Bekasi, pada Senin (25/8/2025). Kehadirannya ini menunjukkan dukungan penuh terhadap acara yang diharapkan dapat memunculkan generasi emas sepak bola Indonesia. Acara ini dibuka langsung oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

Nusantara Open bukan hanya sekadar turnamen sepak bola muda biasa, tetapi juga perwujudan dari visi jangka panjang yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Beliau menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sepak bola usia dini dengan mendirikan Garudayaksa Football Academy dan menyelenggarakan Nusantara Open sejak 2022.

Rudy Susmanto hadir bersama Ketua DPRD Kabupaten Bogor. Selain itu, hadir pula Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, CEO Garudayaksa Football Academy, Coach Indra Sjafri, dan Ketua Panitia turnamen, Fary Francis.

“Nusantara Open ini lebih dari sekadar pertandingan, ini adalah cerminan masa depan sepak bola Indonesia yang lebih baik,” ujar Rudy Susmanto.

Menurutnya, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kegiatan ini adalah bukti nyata komitmen, kesungguhan, dan langkah strategis jangka panjang untuk menciptakan generasi emas sepak bola Indonesia.

Taufik Hidayat menambahkan bahwa acara ini adalah bukti fokus dan komitmen untuk mendukung perkembangan sepak bola nasional melalui Nusantara Open. Selain turnamen liga yang sudah berjalan, dibutuhkan juga wadah kompetisi yang lebih banyak untuk kelompok usia dini.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, sepak bola Indonesia harus maju pesat. Oleh karena itu, pembinaan sejak usia dini sangatlah penting,” jelas Taufik.

Ia berharap, ajang ini akan melahirkan penerus sepak bola Indonesia. Pembinaan ini akan terus ditingkatkan di bawah arahan Ketua Umum PSSI agar berjalan lebih baik.

“Pembinaan usia dini itu kunci utama, karena karakter dan kemampuan pemain terbentuk dengan baik jika dimulai sejak kecil. Kami berharap turnamen ini memberikan hasil positif bagi masa depan sepak bola Indonesia,” katanya.

Erick Thohir juga menyampaikan bahwa membangun sepak bola tidak bisa dilakukan sendirian oleh PSSI. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, swasta, PSSI, sekolah, dan semua pihak terkait.

“Turnamen usia muda seperti ini sangatlah penting. Liga 3 atau Liga 4 rata-rata pemainnya berusia 19 sampai 21 tahun, bahkan ada yang lebih senior. Jadi, kompetisi berjenjang sejak dini itu sangat diperlukan,” ungkap Erick.

Erick mengapresiasi konsistensi Garudayaksa Football Academy. Menurutnya, banyak turnamen yang tidak berkelanjutan, namun Garudayaksa menunjukkan komitmen yang lebih besar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....