PSG Bangkit Bersama Talenta Muda, Doué Jadi Sorotan

  • 15 Apr 2025 07:07 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor: Nama Desire Doue semakin mencuri perhatian publik sepak bola Eropa setelah penampilan gemilangnya bersama Paris Saint-Germain (PSG) dalam laga perempat final Liga Champions melawan Aston Villa. Pemain berusia 19 tahun itu tak hanya mencetak gol spektakuler yang mengubah arah pertandingan, tapi juga menunjukkan sentuhan magis yang mengingatkan banyak orang pada Neymar di masa puncaknya.

Gol penyama kedudukan yang dicetak Doue di penghujung babak pertama menjadi titik balik dalam laga yang akhirnya dimenangkan PSG dengan skor 3-1. Kemenangan itu menempatkan Les Parisiens dalam posisi menguntungkan jelang leg kedua yang akan digelar Selasa mendatang.

Musim ini menjadi penanda era baru bagi PSG. Tanpa kehadiran trio bintang Kylian Mbappe, Lionel Messi, dan Neymar yang telah meninggalkan klub dalam dua tahun terakhir, tim asuhan Luis Enrique justru tampil segar dan penuh energi muda. Doue menjadi simbol dari transformasi tersebut.

Tim Termuda di Liga Champions

Dengan rata-rata usia 23,3 tahun, PSG menjadi tim termuda di kompetisi Liga Champions musim ini, bahkan lebih muda dari Barcelona yang terkenal dengan regenerasi pemain mudanya. Selain Doue, pemain seperti Bradley Barcola, Joao Neves, Nuno Mendes, Warren Zaire-Emery, dan Lucas Beraldo juga tampil menonjol dan menjadi tulang punggung tim.

Doue sendiri didatangkan dari Rennes pada musim panas lalu dengan nilai transfer 50 juta euro. Meski sempat butuh waktu untuk beradaptasi, terutama setelah membela timnas Prancis U-23 di Olimpiade Paris bersama Thierry Henry, perkembangan sang pemain sangat pesat sejak Desember lalu.

Dari Pemain Cadangan ke Penentu Kemenangan

Di awal musim, Doue hanya menjadi starter dalam empat laga, termasuk saat PSG tumbang dari Arsenal di fase grup Liga Champions. Namun, sejak kemenangan 3-0 atas Salzburg pada 10 Desember 2024, laga di mana ia mencetak gol pertamanya untuk klub performanya melejit tajam.

Dalam 28 penampilan sejak laga tersebut, Doue telah mencetak 12 gol dan menyumbang 11 assist. Ia juga mencetak penalti penentu kemenangan dalam drama adu penalti melawan Liverpool di babak 16 besar, yang membawa PSG melangkah lebih jauh di kompetisi.

"Saya sangat bahagia di PSG dan bersyukur atas menit bermain yang saya dapat," ujar Doue kepada TF1.

Nama "Doue" sendiri berarti “berbakat” dalam bahasa Prancis dan sejauh ini, ia telah membuktikan bahwa nama itu bukan sekadar simbol.

Dipuja Rekan dan Pelatih

Ousmane Dembele, salah satu rekan seniornya di PSG, memberikan pujian tinggi. "Dia sangat dewasa untuk usianya, dan yang paling saya kagumi adalah profesionalismenya," katanya.

Pelatih Luis Enrique pun tak ragu menyebut Doue sebagai pemain istimewa: "Dia ahli dalam duel satu lawan satu di area sempit, dan itu sangat langka. Saya menyukai pemain yang berani menyerang di sepertiga akhir lapangan."

Bintang Masa Depan Prancis

Tak hanya di level klub, performa apik Doue juga mengantarkannya ke debut bersama timnas senior Prancis bulan lalu. Ia tampaknya telah meyakinkan Didier Deschamps, sebagaimana ia telah memikat hati para fans PSG.

Sementara itu sang kakak, Guela Doue kini memperkuat timnas Pantai Gading yang merupakan negara asal ayah mereka tentunya menambah cerita menarik dalam perjalanan karier keluarga Doue di sepak bola internasional.

Kapten PSG, Marquinhos, kini menjadi satu-satunya pemain senior di usia 30 tahun, dan ia bersama para pemain muda seperti Doue bertekad membawa klub asal Paris itu menuju kejayaan Eropa.

"PSG memiliki pemain muda yang dalam 5 hingga 10 tahun ke depan bisa menjadi yang terbaik di dunia," kata eks bintang PSG, Javier Pastore. Sebuah sinyal kuat, bahwa masa depan sepak bola Eropa bisa berada di tangan para pemain muda di Parc des Princes.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....