Pakar IT : Judi Online Sudah Disetting

  • 08 Jul 2024 23:15 WIB
  •  Bogor

KBRN, Bogor : Pakar IT dari Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STMIK) Tazkia, Endy Muhardin mengungkap, bahwa permainan judi online tidak dapat menjadikan pemainnya kaya raya karena mendapat keuntungan dari permainan tersebut. Sebab, permainan judi online sudah diatur oleh pemilik atau bandar, sehingga tidak akan ada pemain yang mendulang keuntungan secara pasti.

Pihaknya meminta agar masyarakat tidak mempercayai platform-platform yang berkaitan dengan permainan judi, karena itu hanya menjadi kedok untuk mendatangkan keuntungan bagi bandar saja.

"Aplikasi judi ini kan bagaimana dia bekerja, menghitung siapa menang siapa kalah itu kan tergantung yang bikin programnya, peluang itu sudah ada rumusnya tetapi ini yang bikin kan orang yang punya motif ekonomi yang pengen untung. Jadi misalnya probabilitasnya 8 kali main menangnya 1 kali sisanya kalah aja," ungkap Endy, Senin (8/7/2024).

Bahkan bandar judi online pun, ungkap Endy, bisa saja mengatur agar para pemainnya tidak mendapatkan kemenangan sama sekali dalam bermain judi. Hanya saja, hal itu dinilai tidak akan menarik untuk pemain. Untuk menimbulkan ketertarikan serta efek adiksi, bandar judi online mengatur permainan agar para pemain sesekali bisa mendapatkan keuntungan, namun selebihnya akan diatur agar pemain menjadi kalah.

"Bisa aja dibikin aplikasi yang orang sama sekali tidak bisa menang, tapi kan itu tidak menarik orang harus dikasih menang biar dia main lagi," ujarnya.

Dari data Satgas Judi Online, bahwa transaksi judi online di Indonesia mencapai Rp 600 tiriliun dengan 2,37 juta pelaku judi online. Edukasi pencegahan judi online saat ini terus masif dilakukan oleh Pemerintah kepada masyarakat.

Pasalnya judi online berdampak besar terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat dan tidak sedikit akan menjadi cikal bakal dari tindak kriminal.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....